• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China Akui Alami Perekonomian yang Sulit 2024 Lalu

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 6 Maret 2025 - 07:01
in Internasional
Li-Qiang

Perdana Menteri China Li Qiang menyampaikan laporan kerja pemerintah Tiongkok dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, China pada Rabu (5/3/2024) (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri China Li Qiang mengakui perekonomian negaranya di 2024 tidak mudah namun tetap dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen.

“Pencapaian kita pada 2024 tidak diraih dengan mudah. Dampak buruk dari perubahan kondisi internasional dan beberapa masalah struktural yang mengakar yang telah menumpuk di dalam negeri selama bertahun-tahun mulai tampak,” kata PM Li QIang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) seperti dikutip Antara, Rabu (5/3/2025).

BacaJuga:

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Li menambahkan sejumlah masalah struktural seperti permintaan domestik yang lesu diperparah oleh harapan publik yang lemah ditambah masalah lain termasuk bencana alam seperti banjir sering terjadi di beberapa wilayah China.

Sidang NPC (National People’s Congress) adalah bagian dari rangkaian sidang parlemen “Dua Sesi” yang berlangsung pada 4-11 Maret 2025. Sidang itu bertujuan untuk mengkaji laporan kerja pemerintah pusat 2024 dan menetapkan rencana kerja pemerintah China pada 2025.

“Tapi ekspansi ekonomi China tetap stabil dengan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat menjadi 134,9 triliun yuan (sekitar Rp298 kuadriliun) atau naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar PM Li.

“China menempati peringkat di antara negara-negara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang terus berkontribusi terhadap sekitar 30 persen pertumbuhan ekonomi global,” tambah PM Li.

Selain itu, PM Li menyebut ada penciptaan 12,56 juta lapangan kerja di wilayah perkotaan dan tingkat pengangguran perkotaan rata-rata 5,1 persen sementara cadangan devisa melampaui 3,2 triliun dolar AS (Rp51.200 kuadriliun).

“Pada 2024, ekonomi China mengalami awal yang baik pada kuartal pertama. Namun, dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal, indikator ekonomi mulai menurun sejak kuartal kedua, menambah tekanan kepada ekonomi,” ungkap PM Li.

“Pemerintah pun mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah-masalah penting, dan memastikan penerapan kebijakan telah diadopsi,” kata PM Li melanjutkan.

PM Li mengeklaim China mencapai pemulihan permintaan domestik yang cepat, mempercepat pertumbuhan produktivitas dan peningkatan yang nyata dalam ekspektasi pasar.

“Berbagai upaya dilakukan untuk membendung penurunan dan memulihkan stabilitas di pasar properti. Kami menurunkan suku bunga untuk pinjaman kredit perumahan dan uang muka properti dan mengurangi kredit perumahan hingga 150 miliar yuan melalui pembayaran bunga dalam kredit berjalan,” ungkap PM Li.

Selain itu pemerintah pusat juga mereformasi badan usaha milik negara (BUMN) dan terus meningkatkan tata kelola sektor-sektor milik negara, termasuk menyusun rancangan undang-undang usaha swasta kepada NPC untuk mendukung ekosistem perusahaan swasta.

“Lingkungan eksternal yang semakin kompleks dan parah dapat memberikan dampak yang lebih besar pada China di bidang perdagangan, sains, dan teknologi,” tutur PM Li.

“Pertumbuhan ekonomi global lemah, unilateralisme dan proteksionisme yang meningkat, sistem perdagangan multilateral yang terganggu serta hambatan tarif terus meningkat merusak stabilitas rantai industri dan pasokan global serta menghambat ekonomi internasional,” jelas PM Li.

Selain itu ketegangan geopolitik juga memengaruhi ekspektasi pasar global dan kepercayaan investasi serta memicu risiko volatilitas di pasar global.

“Di dalam negeri, fondasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi China yang berkelanjutan tidak cukup kuat. Permintaan dan konsumsi lemah, beberapa perusahaan menghadapi kesulitan dalam produksi dan operasi maupun keterlambatan pembayaran kredit sehingga ada tekanan terhadap pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan pendapatan,” ungkap PM Li.

PM Li pun mengajak para anggota NPC untuk melakukan upaya yang lebih besar untuk mengatasi masalah sosial dan kurangnya koordinasi di beberapa bidang.

“Beberapa kementerian pemerintah tidak sepenuhnya berorientasi pada layanan dan dengan demikian sering kali tidak efisien. Beberapa pejabat bertindak sewenang-wenang atau tidak memiliki dorongan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas. Korupsi masih menjadi masalah umum di beberapa sektor dan daerah,” tegas PM Li.

Pemerintah pusat China telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada 2025 adalah sekitar 5 persen atau sama dengan target pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, PM Li mengatakan perlu dilakukan perbaikan struktural dan peralihan ke sektor pendorong pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami juga telah menetapkan rasio defisit terhadap PDB untuk tahun ini sekitar 4 persen, meningkat satu persen dari tahun lalu. Defisit pemerintah ditetapkan sebesar 5,66 triliun yuan (sekitar Rp15,73 kuadriliun, meningkat 1,6 triliun yuan (sekitar Rp4,4 kuadriliun) dari angka anggaran tahun lalu,” ungkap PM Li.

Pengeluaran pemerintah China diproyeksikan mencapai 29,7 triliun yuan (sekitar Rp82,56 kuadriliun), meningkat 1,2 triliun yuan (sekitar Rp3,3 kuadriliun) dari tahun lalu.

Pemerintah China pada 2025 juga akan menerbitkan obligasi ultra-panjang senilai 1,3 triliun yuan atau lebih banyak 300 miliar yuan dari 2024.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 miliar yuan akan diterbitkan untuk pemulihan modal bank-bank BUMN. (wib)

Tags: Chinali qiangPerdana Menteri ChinaPerekonomian

Berita Terkait.

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran
Internasional

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.