• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gas Elpiji 3 Kg Langka,Warga Lebak Kembali Menggunakan Kayu Bakar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 4 Februari 2025 - 09:51
in Headline
Kayu-bakar

Ilustrasi - Memasak dengan kayu bakar.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali beralih menggunaan kayu bakar, akibat gas elpiji ukuran 3 kg atau “si melon’ menghilang dari pasaran.

Jika pun ada, warga harus merogoh kocek yang cukup dalam, lantaran harganya berkisar di tingkat pengecer mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu ler tabung.

BacaJuga:

Kritik Bukan Musuh, Ketum PP Muhammadiyah: Pemerintah Butuh Pers yang Berani

Pemerintah Bongkar Biang Kerok Hambatan Usaha, dari Tarif LoLo hingga Izin Hutan

Day 10 of Bromo Wildfire: BNPB Reveals Three Main Challenges Hindering Firefighting Efforts

“Kami sangat kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg di pasaran. Karena keberadaannya sudah sangat sulit didapat, jikapun ada harganya bisa mencapai Rp 30 ribu,” ungkap Usep Jauhari, salah seorang warga Binuangeun, kepada INDOPOSCO,Selasa (4/1/2025).

Ny Roheti,warga Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, mengaku sudah hampir dua pekan ini gas ukuran 3 kg di daerahnya tidak ada di pangkalan dan pengecer.

Jikapun ada yang menjual, harganya selangit mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung.Kalaupun ada satu dua pengecer yang masih menyediakan gas harganya sudah Rp 35 ribu per tabung,” ujarnya.

Untuk itu,dia dan beberapa orang warga lainnya kini kembali beralih mengunakan kayu bakar dan memasak menggunakan tungku,karena sulitnya mendapatkan ‘si melon’ dari pangkalan dan pengecer di kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak.

Ia menyebutkan, elpiji bersubsidi tersebut beberapa kali terjadi kekosongan di tingkat agen,pengkalan maupun pengecer. Akibatnya warga yang kehabisan elpiji harus menunggu lama untuk mendapatkan pasokan.Jikapun ada, itupun harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

.”Benar benar lengkap sudah penderitaa kami rakyat kecil,selain listrik naik juga gas elpiji susah didapat,” cetusnya.

Oleh karena itu, sejumlah warga di desa Mekar Agung, Bojongleles dan Kadu Agung Barat Kecamatan Cibadak, terpaksa kembali memutuskan menggunakaan kayu bakar dan memasak menggunkan tungku yang selama ini jarang digunakan dan baru digunakan saat elpiji habis.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ny Lia,seorang warga Kampung Pasir Gendok, Desa Bojongleles, Cibadak,yang mengaku sudah hampir sepekan ini lebih sering menggunakan kayu bakar,akibat sulitnya mendapatkan gas elpiji di pengecer dan pagkalan
“Sudah lebih seminggu ini saya menggunkaan kayu bakar,karena sulitnya mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg,” ungkapnya.

Ironisnya,kelangkaan gas elpii ini terjadi di dekat (Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Elpiji) di desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak,dan Citeras,Kecamatan Rangkasbitung.

Kelangkaan “si melon” tidak hanya terjadi di kecamatan Rangkasbitung,Cibadak dan Warunggung,namun merata terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak,terutama di wilayah selatan, seperti kecamatan Malingping,Wanasalam, Panggarangan, Bayah, Cibeber dan Cibareno.

Bahkan,sejumlah warga di wilayah selatan Kabupaten Lebak mengaku, mencari gas elpiji ukuran 3 kg hingga ke daerah Pelabuhanratu dan Cisolok, Sukabumi,Jawa Barat.”Saya terpaksa membeli gas elpiji ukuran 3 kg ke Pelabuhanratu dan Cisolok,Sukabumi,karena disini (Lebak-red) jarang sekali ada gas elpiji,” ujar Ny Nina,seorang warga Kecamatan Bayah.

Sejumlah pengecer gas elpiji 3 kg di Kota Rangkasbitung dan Cibadak, mengaku sudah tidak menerima pasokan gas dari pangkalan ke pengecer.

.”Saya biasanya mendapatkan jatah sebanyak 30 tabung per hari,namun sejak 15 hari ini saya tidak pernah lagi dikirim,dan dulu saya menebus dari pangkalan sebesar Rp 19 rbu per tabung,” terang Ujang, seorang pengecer di Kecamtan Cibadak. (yas)

Tags: Gas Elpiji 3 KgKayu BakarWarga Lebak

Berita Terkait.

umj
Headline

Kritik Bukan Musuh, Ketum PP Muhammadiyah: Pemerintah Butuh Pers yang Berani

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:37
Purbaya
Headline

Pemerintah Bongkar Biang Kerok Hambatan Usaha, dari Tarif LoLo hingga Izin Hutan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:43
Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies
Headline

Day 10 of Bromo Wildfire: BNPB Reveals Three Main Challenges Hindering Firefighting Efforts

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:22
Hari ke-10 Karhutla Bromo, BNPB Ungkap 3 Kendala Utama Api Sulit Dipadamkan
Headline

Hari ke-10 Karhutla Bromo, BNPB Ungkap 3 Kendala Utama Api Sulit Dipadamkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:12
Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies
Headline

Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:45
Gawat! Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke 889 Ha di Empat Kabupaten
Headline

Gawat! Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke 889 Ha di Empat Kabupaten

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:40

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2212 shares
    Share 885 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1159 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.