• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kemenkes Tegaskan Kanker Serviks Bisa Sembuh jika Terdeteksi Stadium Awal

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 29 November 2024 - 04:04
in Gaya Hidup
kemenkes

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (kedua dari kiri) dalam acara "Peluncuran Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim" di Jakarta, Kamis (28/11/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan kanker serviks atau kanker leher rahim memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat disembuhkan terutama apabila terdeteksi pada stadium awal.

Namun yang menjadi permasalahan di Indonesia, ujar Nadia, sebagian besar kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut sehingga 70 persen penyakit ini, khususnya kanker serviks, menimbulkan kematian. Di sisi lain, kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut juga menyebabkan pembiayaan pengobatan menjadi lebih mahal.

BacaJuga:

Namkoong Min Temani Lee Seol dalam Momen Penuh Emosi di Teaser Terbaru “The Husband”

IU Kembali Terseret Kontroversi Mantan Kekasih Gara-Gara Lagu di Media Sosial

Kolaborasi BTS dengan Google Gemini Tuai Kritik, Penggemar Soroti Kontroversi Teknologi AI

“Makanya, target dari WHO itu bisa eliminasi kanker leher rahim. Karena memang jenis kanker ini, dengan kombinasi target 90-75-90, artinya kita betul-betul bisa eliminasi. Kita bisa betul-betul turunkan kasus ini,” kata Nadia dalam diskusi bersama media di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (28/11/2024).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan eliminasi kanker serviks pada 2030 dengan target 90-70-90 yaitu 90 persen anak perempuan di bawah usia 15 tahun mendapatkan vaksin HPV, 70 persen perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, serta 90 persen perempuan dengan lesi prakanker mendapatkan tata laksana sesuai standar.

Merespons target WHO tersebut, Nadia mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim sebagai acuan untuk mengimplementasikan strategi komprehensif dalam menanggulangi kanker leher rahim, salah satunya pilar pemberian layanan untuk meningkatkan kualitas skrining.

Khusus untuk skrining, pemerintah menargetkan 70 persen perempuan berusia 30-69 tahun diskrining menggunakan tes HPV DNA untuk fase pertama serta 75 persen perempuan 30-69 tahun skrining dengan tes HPV DNA setiap 10 tahun sekali untuk fase kedua.

Nadia meyakini, kasus kanker serviks di Indonesia dapat ditekan serendah mungkin bahkan dieliminasi dengan kombinasi strategi peningkatan akses skrining, cakupan vaksinasi HPV, serta pengobatan tepat waktu bagi perempuan dengan lesi prakanker.

“Dengan skrining kita sudah bisa lihat apa yang terjadi pada rahim kita. Kemudian kalau masih dini, kerusakannya itu mungkin masih sedikit 10 persen, itu bisa kita atasi sehingga tentunya dia tidak akan berlanjut ke stadium berikutnya. Makanya kenapa skrining penting, terus dia mendapatkan tata laksana, sehingga betul-betul dengan kombinasi itu kita bisa eliminasi,” kata Nadia.

Pada bulan ini, tepatnya pada 17 November yang lalu, diperingati sebagai Hari Eliminasi Kanker Serviks Sedunia. Nadia mengingatkan bahwa peringatan tersebut sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat untuk menghindari penyakit kanker khususnya kanker serviks yang merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang diderita perempuan Indonesia.

Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan secara kultur dalam skrining kanker serviks di mana perempuan dewasa biasanya menghadapi rasa malu ketika menjalani prosedur pengambilan sampel di sekitar rahimnya dan cenderung meminta izin terlebih dahulu kepada pasangannya untuk dapat melakukan pemeriksaan tersebut.

Oleh sebab itu, Nadia pun menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk menentukan atau mengambil keputusan untuk memeriksakan diri dan melanjutkan pengobatan kanker serviks tanpa harus bergantung pada izin yang diberikan suami.

“Tidak dipungkiri, bahwa tren penyakit itu lama-lama (yang semakin meningkat) adalah penyakit tidak menular salah satunya kanker. Ini yang tentunya menjadi suatu yang harus kita lakukan untuk kemudian kita terus memberikan informasi dan edukasi kepada semua perempuan. Dan ketika bicara gender, salah satu hak yang harus diperjuangkan oleh perempuan adalah hak kesehatan dirinya,” kata Nadia. (dam)

Tags: kanker serviksKemenkes

Berita Terkait.

min
Gaya Hidup

Namkoong Min Temani Lee Seol dalam Momen Penuh Emosi di Teaser Terbaru “The Husband”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:31
iu
Gaya Hidup

IU Kembali Terseret Kontroversi Mantan Kekasih Gara-Gara Lagu di Media Sosial

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:31
bts
Gaya Hidup

Kolaborasi BTS dengan Google Gemini Tuai Kritik, Penggemar Soroti Kontroversi Teknologi AI

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:17
Jung-Ilhoon
Gaya Hidup

Jung Ilhoon Ungkap Makna “Glory” dan Peran Melukis dalam Perjalanan Musiknya

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:06
Lee-Min-Jung
Gaya Hidup

Lee Min Jung dan Kim Ji Seok Hadapi Krisis Rumah Tangga dalam Teaser “OK, Let’s Get Divorced”

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:04
HYBE
Gaya Hidup

Girl Group Baru HYBE Disorot, Netizen Nilai Visual Antaranggota Kurang Serasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2203 shares
    Share 881 Tweet 551
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1997 shares
    Share 799 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.