INDOPOSCO.ID – Perjalanan menuju kursi pimpinan hotel tidak dibangun dalam semalam. Bagi Taufik Maulana, perjalanan tersebut dimulai dari posisi paling dasar di industri hospitality, yakni sebagai steward di sebuah restoran di Jakarta.
Dari posisi tersebut, Taufik perlahan menapaki berbagai lini operasional, mulai dari Food & Beverage hingga Housekeeping. Pengalaman panjang itu kemudian membawanya dipercaya menjadi Executive Housekeeper Aston Kartika Grogol sejak masa pre-opening pada 2019.
Kini, setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di industri hospitality dan sekitar 13 tahun menjadi bagian dari Archipelago International, Taufik memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Sejak Juli 2026, ia dipercaya menjalankan tanggung jawab sebagai General Manager (GM) Incharge Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center.
Bagi Taufik, perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan dari satu posisi ke posisi lainnya. Setiap tahapan memberikan pengalaman sekaligus pemahaman tentang bagaimana sebuah hotel bekerja, bagaimana pelayanan dibangun, dan bagaimana setiap individu dalam sebuah tim memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman terbaik bagi tamu.
Berawal dari Melayani
Ketertarikan Taufik terhadap dunia hospitality telah tumbuh sejak masa sekolah. Ia memilih pendidikan di bidang perhotelan sebelum memulai karier dari posisi steward di salah satu restoran di Jakarta.
Pengalaman di lini Food & Beverage menjadi fondasi awalnya dalam memahami pentingnya konsistensi pelayanan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta perhatian terhadap detail. Berbagai pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya ke bidang Housekeeping, yang selanjutnya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Taufik juga memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan hotel berbintang lima dengan standar internasional. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai operasional hotel sekaligus standar pelayanan dalam industri hospitality.
Bagi Taufik, pengalaman di level operasional justru menjadi modal penting ketika seseorang kemudian dipercaya menduduki posisi manajerial.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa di balik pelayanan yang diterima tamu, terdapat proses panjang dan kerja tim yang melibatkan banyak orang.
13 Tahun Bertumbuh Bersama Archipelago
Perjalanan profesional Taufik kemudian berlanjut bersama Archipelago International. Selama kurang lebih 13 tahun, ia terus berkembang melalui berbagai tanggung jawab dan pengalaman di industri hospitality.
Archipelago tidak hanya menjadi tempat Taufik membangun karier, tetapi juga menjadi lingkungan yang memberinya ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut terjadi pada 2019, ketika Taufik dipercaya menjadi Executive Housekeeper Aston Kartika Grogol sejak masa pre-opening.
Ia menjadi bagian dari perjalanan hotel tersebut sejak tahap persiapan hingga menjalankan berbagai aktivitas hospitality, MICE, event, dining, serta community engagement.
Setelah bertahun-tahun menjalankan tanggung jawab di bidang Housekeeping, Taufik kembali memperoleh kepercayaan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Sejak Juli 2026, ia dipercaya menjalankan peran sebagai General Manager Incharge Aston Kartika Grogol.
Membawa Filosofi Serve, Lead, Grow
Dalam menjalankan peran barunya, Taufik membawa filosofi sederhana yang menjadi refleksi perjalanan kariernya, yakni Serve, Lead, Grow.
Serve atau melayani menjadi fondasi perjalanan seorang hotelier. Sebelum belajar memimpin, seseorang perlu memahami bagaimana memberikan pelayanan, memahami kebutuhan orang lain, dan bekerja sebagai bagian dari sebuah tim.
Selanjutnya, Lead berarti mengambil tanggung jawab yang lebih besar, memberikan arah, membangun kepercayaan, serta menjadi bagian dari solusi ketika menghadapi berbagai tantangan.
Sementara Grow menggambarkan keyakinan bahwa proses belajar dan berkembang tidak pernah berhenti.
Filosofi tersebut tercermin dalam perjalanan Taufik sendiri. Dari seorang steward, ia berkembang melalui Food & Beverage, kemudian Housekeeping, dipercaya menjadi Executive Housekeeper, hingga akhirnya mendapatkan tanggung jawab sebagai General Manager Incharge.
Memimpin Manusia, Membangun Bisnis
Bagi Taufik, industri hospitality pada dasarnya merupakan bisnis yang sangat erat dengan manusia. Karena itu, kepemimpinan tidak hanya berbicara mengenai pencapaian bisnis, tetapi juga bagaimana membangun lingkungan kerja yang mendukung perkembangan karyawan.
Dalam menjalankan tanggung jawab barunya, perhatian terhadap internal team menjadi salah satu bagian dari pendekatan kepemimpinannya.
Menurutnya, karyawan merupakan bagian penting dari pengalaman yang diberikan hotel kepada tamu. Ketika tim merasa dihargai, didengarkan, dan memiliki lingkungan kerja yang baik, mereka memiliki ruang yang lebih besar untuk memberikan pelayanan terbaik.
Prinsip tersebut berjalan beriringan dengan fokus terhadap performa bisnis.
Sejak Juli 2026, berbagai program dan improvement mulai dikembangkan di Aston Kartika Grogol, baik dari sisi internal untuk mendukung employee engagement maupun eksternal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, guest experience, exposure, serta business performance hotel.
Pendekatan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa people dan business tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Ketika people berkembang, service dapat berkembang. Ketika service berkembang, bisnis pun memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh.
Terus Belajar di Tengah Pencapaian
Kepercayaan untuk memimpin sebuah hotel menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Taufik. Namun, bagi dirinya, pencapaian tersebut bukan alasan untuk berhenti belajar.
Setiap pengalaman justru menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang dapat dipelajari. Setelah menempuh pendidikan diploma di bidang perhotelan, Taufik juga terus memperluas wawasan akademiknya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
Baginya, proses belajar tidak mengenal kata terlambat.
Industri hospitality terus berkembang seiring perubahan kebutuhan tamu, perkembangan teknologi, dinamika bisnis, serta perubahan tren industri. Karena itu, seorang hotelier juga dituntut untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kemampuan.
Mimpi yang Menjadi Nyata
Menjadi General Manager bukanlah mimpi yang baru muncul ketika Taufik mulai menduduki posisi manajerial. Mimpi tersebut telah tumbuh sejak awal perjalanan kariernya di dunia hospitality.
Berawal dari seorang steward di restoran di Jakarta, ia membangun karier melalui berbagai posisi dan tantangan. Setiap posisi memberikan pelajaran berbeda yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Kini, mimpi tersebut membawanya ke posisi yang dahulu menjadi salah satu tujuan dalam perjalanan kariernya, yakni memimpin sebuah hotel.
Namun, bagi Taufik, menjadi General Manager Incharge bukanlah garis akhir. Sebaliknya, posisi tersebut merupakan awal dari tanggung jawab baru untuk terus belajar, memimpin, dan bertumbuh bersama seluruh tim.
Dengan semangat Serve, Lead, Grow, Taufik ingin membawa Aston Kartika Grogol menjadi tempat di mana karyawan memiliki ruang untuk berkembang, tamu mendapatkan pengalaman yang berkesan, dan bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sebab, bagi seorang hotelier, perjalanan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai. Lebih dari itu, perjalanan juga tercermin dari seberapa banyak orang yang dapat dilayani, dipimpin, dan diajak bertumbuh bersama. (rmn)















