INDOPOSCO.ID – Anthony Norman Lianto dikenal sebagai aktivis sosial dan organisator yang memiliki pengalaman dalam pelayanan masyarakat, pemberdayaan sosial, organisasi kepemudaan, serta kegiatan penanggulangan bencana. Perjalanan hidupnya mempertemukan pengalaman pendidikan dan profesional di Australia dengan keterlibatan yang semakin intens dalam kegiatan sosial di Indonesia.
Lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 4 Mei 1992, Anthony merupakan anak tunggal dari keluarga yang bergerak di bidang perdagangan. Ketika berusia 16 tahun, ia meninggalkan Indonesia dan melanjutkan pendidikan di Melbourne, Australia. Selama kurang lebih satu dekade tinggal di negeri tersebut, ia tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga membangun pengalaman hidup melalui berbagai pekerjaan.
Anthony pernah bekerja sebagai resepsionis, kurir, petugas kebersihan, hingga pengemudi daring. Beragam pekerjaan tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk pengalaman profesionalnya sebelum kemudian menekuni bidang manajemen dan pendidikan tinggi.
Dalam bidang pendidikan, Anthony menempuh studi di Holmes Institute, Australia, dengan latar belakang bisnis dan akuntansi profesional. Profil profesionalnya mencatat bahwa ia memiliki gelar Bachelor di bidang Business, Diploma of Education Business, serta Master’s degree in Professional Accounting.
Setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana, ia melanjutkan karier di bidang manajemen dan kemudian bekerja sebagai Higher Education Coordinator di Melbourne. Ia juga tercatat melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Pamulang setelah kembali ke Indonesia.
Sekitar sepuluh tahun menjalani kehidupan di Australia akhirnya menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya kembali ke tanah air. Kepulangan tersebut kemudian membuka babak baru dalam kehidupan Anthony, terutama melalui keterlibatannya dalam aktivitas sosial dan organisasi.
Anthony mulai aktif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2017.
Sebelum kembali ke Indonesia, ia juga terlibat dalam aktivitas PSI di Melbourne dan pernah dipercaya sebagai Deputy Chair DPLN PSI Melbourne pada periode 2017–2019. Setelah berada di Indonesia, keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat semakin berkembang.
Perhatian terhadap persoalan kemanusiaan terlihat antara lain ketika Anthony terlibat dalam berbagai kegiatan selama pandemi COVID-19. Ia ikut dalam kegiatan vaksinasi, pendampingan pasien COVID-19, serta penyaluran makanan dan bantuan kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, Anthony juga dipercaya menjadi salah satu koordinator PSI Rice Box. Berdasarkan profil profesionalnya, program tersebut telah menyalurkan lebih dari 250.000 rice box sejak periode awal pandemi.
Selain itu, ia turut menginisiasi PSI Foodbank yang berupaya mengurangi pemborosan makanan dengan mengumpulkan makanan yang masih layak konsumsi untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Keterlibatan Anthony dalam kegiatan sosial juga mencakup pendampingan terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan. Berbagai pengalaman tersebut membuat aktivitasnya semakin dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan dalam aksi kemanusiaan kemudian berlanjut ketika sejumlah wilayah Indonesia mengalami bencana. Dalam situasi pascabencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Anthony turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan kepada warga terdampak. Kehadirannya di posko pengungsian menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat dan proses pemulihan setelah bencana.
Aktivitas serupa juga dilakukan ketika gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Anthony terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung proses pemulihan awal di daerah yang mengalami dampak bencana.
Berbagai pengalaman di lapangan tersebut kemudian memperkuat keterlibatan Anthony dalam bidang kebencanaan. Fokusnya tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan, tetapi juga dengan bagaimana respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Di lingkungan PSI, perjalanan organisasi Anthony berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman yang dimilikinya.
Ia pernah dipercaya menjadi Ketua DPD PSI Jakarta Barat dan kemudian terlibat dalam bidang sosial di tingkat DPP. Peran tersebut membuat ruang lingkup aktivitasnya semakin luas, dari kegiatan berbasis komunitas hingga pengelolaan organisasi dan program sosial.
Pada Pemilu 2024, nama Anthony juga tercatat sebagai calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari PSI untuk daerah pemilihan Jakarta 10. Dokumen Komisi Pemilihan Umum mencantumkan dirinya sebagai salah satu calon dari partai tersebut di daerah pemilihan yang bersangkutan.
Perjalanan di bidang sosial dan pengalaman terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan selanjutnya mengarah pada perhatian yang lebih besar terhadap penanggulangan bencana. Dalam kepengurusan DPP PSI periode 2025–2030, Anthony Norman Lianto tercatat menduduki posisi sebagai Direktur Tanggap Bencana.
Tugas di bidang tanggap bencana memiliki cakupan yang cukup luas. Selain merespons keadaan darurat, kegiatan tersebut dapat berkaitan dengan kesiapsiagaan, koordinasi bantuan, dukungan logistik, komunikasi di wilayah terdampak, serta pendampingan masyarakat dalam proses pemulihan.
Pengalaman Anthony dalam mengelola kegiatan sosial dan mendistribusikan bantuan menjadi bagian dari latar belakang yang mendukung keterlibatannya dalam bidang tersebut.
Bagi masyarakat yang berada dalam situasi bencana, bantuan tidak selalu berbentuk makanan atau barang kebutuhan sehari-hari. Informasi yang akurat, akses komunikasi, transportasi, tempat perlindungan, kebutuhan dasar, hingga koordinasi antara relawan dan pihak terkait juga memiliki peran penting.
Karena itu, penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan sebelum bencana terjadi sekaligus kemampuan untuk mengambil tindakan ketika keadaan darurat berlangsung.
Perjalanan hidup Anthony sendiri memberikan pengalaman yang beragam. Dari Tegal, ia kemudian menjalani masa remaja hingga dewasa di Melbourne. Di sana, ia pernah merasakan berbagai jenis pekerjaan sebelum menyelesaikan pendidikan tinggi dan membangun karier profesional di bidang manajemen serta pendidikan tinggi. Setelah kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut berlanjut melalui aktivitas organisasi dan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.
Pengalaman bekerja sebagai kurir, petugas kebersihan, resepsionis, pengemudi daring, hingga tenaga profesional di lingkungan pendidikan tinggi membuat Anthony bersentuhan dengan beragam lingkungan sosial dan pekerjaan. Keseluruhan pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membawanya semakin aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Kini, Anthony Norman Lianto tercatat sebagai Direktur Tanggap Bencana DPP PSI untuk periode 2025–2030. Posisi tersebut menjadi kelanjutan dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, dengan perhatian yang lebih terarah pada kesiapsiagaan serta respons terhadap kondisi kebencanaan.
Perpaduan antara pengalaman organisasi, pendidikan di bidang bisnis dan akuntansi, pengalaman profesional di Australia, serta keterlibatan dalam berbagai program sosial di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan Anthony dalam menjalankan aktivitas kemanusiaan.
Dari kegiatan pelayanan masyarakat hingga respons terhadap bencana, kiprahnya menunjukkan bagaimana pengalaman profesional dan organisasi dapat diarahkan untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama ketika menghadapi situasi darurat. (srv)















