• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kepala BKKBN: Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal, Ikan Salah Satu Pilihan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 26 Juli 2024 - 23:06
in Headline
Edukasi-Kesehatan

Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), Kepala BKKBN (sepuluh dari kiri) dan Dirjen PDSPKP KKP Dr Budi Sulistiyo MSc (sembilan dari kanan) dalam acara 'Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Nutrisi Anak Remaja Melalui Menu Dashat Berbahan Dasar Ikan untuk Percepatan Penurunan Stunting', Jumat (26/7/2024) di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta. Foto : Yoga/indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di depan sekitar 600 pelajar sekolah se-DKI Jakarta, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) menandaskan, untuk menunjang kecerdasan otak, asupan makanan untuk tubuh, termasuk bayi dan remaja, tidak harus berharga mahal.

“Makanan berprotein tinggi dan bergizi bisa diperoleh dengan mudah seperti Ikan lele yang harganya relatif terjangkau oleh masyarakat kebanyakan,” ujar dokter Hasto ketika menjadi pembicara pada acara ‘Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Nutrisi Anak Remaja Melalui Menu Dashat Berbahan Dasar Ikan untuk Percepatan Penurunan Stunting’, Jumat (26/7/2024) di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

BacaJuga:

Day 10 of Bromo Wildfire: BNPB Reveals Three Main Challenges Hindering Firefighting Efforts

Hari ke-10 Karhutla Bromo, BNPB Ungkap 3 Kendala Utama Api Sulit Dipadamkan

Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies

Acara tersebut digelar Badan Pengurus Pusat (BPP) Perkumpulan Andalan Kelompok UPPKA (AKU) dan media Indopos.co.id & Indoposco.

“(Makanan, red) Yang bagus belum tentu mahal. Daging sapi mengandung lemak jenuh. Ikan tidak mengandung lemak jenuh, namun kandungan utamanya tinggi protein dan dibutuhkan bagi pertumbuhan. Ikan, seperti ikan lele, jauh lebih murah dari daging sapi tapi lebih bagus (kandungan gizinya, red),” jelasnya.

Dokter Hasto juga menerangkan terkait penyebab stunting. Setidaknya ada tiga. Sub optimal nutrisi alias kekurangan gizi kronis, sub optimal health atau sering sakit, dan pola asuh kurang optimal.

Dokter Hasto mengingatkan pula untuk waspada terhadap bayi yang berat badannya melebihi batas normal alias gemuk. “(Bayi, red) Gendut disangka sehat, hati-hati. Ketika bayi usia di bawah dua tahun (Baduta) terindikasi stunting, setelah itu tubuhnya gendut karena asupan makanannya, tetap harus hati-hati,” tandasnya.

Beberapa riset menunjukkan bahwa bayi gemuk berpotensi terserang penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes di saat usianya dewasa. “Jadi, yang ideal itu bentuk tubuh proporsional,” tandasnya.

Di depan para siswa-siswi yang antusias mencermati paparan dokter Kandungan dan Kebidanan ini, dokter Hasto lebih jauh mengingatkan agar juga hati-hati saat membeli makanan. Ia mencontohkan panganan kegemaran banyak orang, yaitu. cilok dan seblak.

“Cilok bagus asalkan diisi ikan atau telur. Tapi isinya harus kelihatan agar kita yakin. Tapi kalau hanya rasanya saja, tidak terlihat isinya, itu sangat berbahaya,” ujar dokter Hasto mengajak para remaja untuk lebih hati-hati memilih panganan atau jajanan.

Ia mencontohkan hamburger di mana isinya seperti daging, telur, dan sayur terlihat dengan jelas. “Makan cilok bisa ciloko (celaka, red) kalau tidak betul-betul mengetahui isinya,” tegas dia.

Di bagian lain paparannya, dokter Hasto mengingatkan remaja perempuan agar juga berhati-hati dalam membangun pergaulan dengan lawan jenis. “Laki-laki sangat dipengaruhi oleh pandangan visual. Jadi, hati-hati menunjukkan penampilan fisik. Hati-hati saat berpacaran,” katanya mewanti-wanti.

Dalam paparan yang diselingi dialog interaktif dengan para siswa, dokter Hasto sempat melontarkan pertanyaan tentang usia menstruasi pertama perempuan. “Rata-rata usia menstruasi pertama 12,5 tahun hingga 17 tahun,” jawab seorang siswi yang bergegas menjawab dengan lugas pertanyaan dokter Hasto.

“Betul,” jawab dokter Hasto sambil mengangkat jari jempolnya, dan menunjuk stafnya untuk memberikan apresiasi kepada siswa bersangkutan. “Kalau sudah menstruasi di usia delapan tahun, itu tidak normal. Menstruasi terlalu dini bisa mengganggu pertumbuhan,” lanjut dokter Hasto.

Menurut dokter Hasto, menstruasi yang dialami perempuan setiap bulan tidak boleh terlalu lama dan juga terlalu cepat. Idealnya menstruasi terjadi di sepanjang lima sampai tujuh hari. “Kalau hanya dua hari tidak normal. Kalau lebih dari tujuh hari menyebabkan anemia,” jelasnya.

Saat menstruasi, perempuan mengeluarkan darah sebanyak 200 cc. Bandingkan dengan donor darah di mana darah yang diambil sekitar 250 cc. “Untuk itu, perempuan hendaknya minum tablet tambah darah, makan makanan bergizi untuk menjaga hemoglobinnya sehingga tidak anemia,” papar dokter Hasto.

Untuk mengetahui menstruasi seorang perempuan normal atau tidak, bisa melalui indikasi nyeri saat menstruasi atau haid. “Bila sangat nyeri dan terlalu banyak darah keluar dan bergumpal-gumpal, itu tidak normal,” terangnya.

Nyeri yang hebat bisa disebabkan adanya endometriosis. Suatu gangguan pada jaringan yang biasanya melapisi rahim, tumbuh di luar rahim. Jaringan dapat ditemukan di indung telur, saluran telur, atau usus. Atau juga disebabkan adanya miom. Miom adalah benjolan yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam atau bagian luar.

Meski demikian, nyeri haid masih dianggap normal bila hanya sakit perut atau pinggang pegal yang tidak membutuhkan pertolongan obat.

Edukasi-Kesehatan-co
Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) (tengah), Dirjen PDSPKP KKP Dr Budi Sulistiyo MSc (kanan), dan Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN dr Ni Luh Gede Sukardiasih MFOR MARS usai penandatanganan MoU di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta. Foto : Yoga/indoposco.id

“Kalau lagi menstruasi tidak bisa berangkat sekolah tanpa minum obat, itu tidak normal,” tutur dokter Hasto. Artinya, mereka yang mengidap gejala itu diharuskan berobat ke dokter.

Dokter Hasto juga mengingatkan para calon pengantin agar mendahulukan prekonsepsi dari pada prewedding. “Prekonsepsi penting sekali. Asupan protein hewani dengan makan ikan, itu penting karena bisa mencegah lahirnya bayi stunting. Protein hewani pada ikan lebih penting ketimbang nabati,” jelasnya.

Demikian juga diingatkan agar calon pengantin, sebelum menikah, mengukur lingkar lengan atas (Lila) minimal 23,5 cm. Lalu, memeriksakan Hb-nya untuk mengetahui anemia atau tidak. Bila Lila kurang dari itu, artinya kurus, dan anemia, maka asupan makanannya harus bergizi. Makan ikan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menyehatkan diri sebelum hamil, sehingga akan lahir bayi yang sehat.

“Ikan, termasuk lele dan tuna, terdapat kandungan DHA Omega 3 dan kalsium. Jadi, kalau makan ikan sama tulangnya karena ada kandungan kalsium di dalam tulang. Tentunya tulang yang lunak. Ikan tuna, juga tinggi kalsium. Dan asupan vitamin D juga penting menjelang menikah,” jelas dokter Hasto.

Kuat, Cerdas, Tangguh

Sementara Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP KKP) Dr Budi Sulistiyo MSc dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya sedari dini menyiapkan anak bangsa untuk menjadi kuat, cerdas dan tangguh.

Untuk itu, Budi Sulistiyo menilai tantangan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia harus dihadapi dan diatasi. Salah satunya melalui penguatan dan peningkatan gizi. “Karena itu, mulai hari ini kuatkan tekad kita untuk meningkatkan konsumsi ikan demi mewujudkan Generasi Emas di 2045,” ujarnya.

Menandai komitmen kedua lembaga pemerintah tersebut dalam mengatasi persoalan stunting, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KKP dengan BKKBN.

PKS tersebut diteken oleh Dirjen PDSPKP KKP Budi Sulistiyo dan Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan BKKBN dr Ni Luh Gede Sukardiasih MFOR MARS.

Ruang lingkup kerja sama ini antara lain penguatan kualitas keluarga melalui konsumsi ikan, KIE, dan edukasi promosi ikan dalam upaya penurunan stunting. “PKS ini akan menambah peluang kita dalam percepatan penurunan stunting,” ujar Ni Luh Gede Sukardiasih di sela acara.

Selain remaja yang harus mendapatkan konsumsi protein, terutama hewani, ia juga berharap melalui kerja sama ini para lansia semakin banyak yang terpapar tentang pola asuh yang tepat bagaimana memberikan makanan bergizi bagi cucunya.

Disebutkan juga tentang pemberdayaan ekonomi keluarga, yang menjurus kepada upaya bagaimana lansia dapat mengoptimalkan pemanfaatan protein hewani maupun nabati. “PKS ini sebuah kesempatan yang luar biasa. Sehingga bisa membantu pemerintah dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya. (ney)

Tags: bkkbnkesehatanKKPstunting

Berita Terkait.

Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies
Headline

Day 10 of Bromo Wildfire: BNPB Reveals Three Main Challenges Hindering Firefighting Efforts

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:22
Hari ke-10 Karhutla Bromo, BNPB Ungkap 3 Kendala Utama Api Sulit Dipadamkan
Headline

Hari ke-10 Karhutla Bromo, BNPB Ungkap 3 Kendala Utama Api Sulit Dipadamkan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:12
Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies
Headline

Fire at Mount Bromo Expands to 889 Hectares Across Four Regencies

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:45
Gawat! Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke 889 Ha di Empat Kabupaten
Headline

Gawat! Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke 889 Ha di Empat Kabupaten

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:40
Yaqut
Headline

Atur Kuota Haji hingga 50 Persen, Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:44
pratikno
Headline

Realisasi Arahan Presiden tentang Sekolah Nasional Terintegrasi Gelombang Perdana Hadir di 17 Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:31

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2211 shares
    Share 884 Tweet 553
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1380 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.