• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Netizen Ramai-ramai Bongkar Dugaan Penggelembungan Suara PSI

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 4 Maret 2024 - 03:33
in Headline
netizen

Suara Partai Hasil Pileg 2024 berdasarkan Sirekap KPU. Foto : web Sirekap KPU

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di penghitungan Sistem Rekapitulasi Informasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam dua hari terakhir dari kisaran 2 persen menjadi 3,12 persen terus menuai kritikan publik. Bahkan sindiran sebagai Partai Salah Input ini pun menjadi trending topik di platform media sosial X.

Berdasar pantauan Indopos.co.id pada Minggu (3/2/2024) pukul 20.00 WIB, setidaknya ada 12.500 lebih postingan terkait anomali suara PSI di Sirekap KPU itu.

BacaJuga:

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Berikut berbagai cuitan netizen yang mewarnai postingan Partai Salah Input itu,
“Anomali suara PSI, dan suarabPPP turun signifikan, Ada Apa ini? Mungkinkah bener, ada Partai Salah Input??? Sayang anak, Sayang anak…” cuit akun @BangPino…

Ada pula akun @5t3v3n_P3g3L yang menampilkan video pakar IT Roy Suryo dengan menampilkan cuitan, “Analisa Roy Suryo terhadap kenaikan suara Partai Salah Input sebanyak 83 ribu hanya dari 110 TPS, asumsi 1 TPS max. 300 (suara), tak masuk akal semuanya memilih PSI”.

Ada pula sejumlah netizen yang memunculkan sejumlah data hasil dugaan penggelembungan suara di Sirekap KPU. Akun @Schlossrhe6 misalnya, yang menampilkan ada total 20 TPS di Provinsi DIY yang terjadi mark up suara PSI. Dari total suara berdasar dokumen C hanya 80 suara, menjadi 542 suara.

“Ini salah satu bukti psi Partai Salah Input curang, suaranya digelembungkan,” cuit @Schlossrhe6.

Tak berhenti sampai di situ, netizen Twitter melalui akun @overgassedmk12 bahkan memberikan “bukti” adanya hal janggal dalam besarnya suara PSI hingga awal Maret ini. Keanehan pertama datang dari TPS 020 Wonosari, Wonosari, Gunungkidul, D.I.Y. Di daerah tersebut, perolehan suara PSI menurut website KPU berada di angka 31 orang.

Namun ketika dilihat dari dokumen C yang diunggah, PSI hanya mendapatkan 5 suara di wilayah tersebut. Keanehan lain juga ditemukan di TPS 003, Kalibawang, Banjararum, Kulon Progo, Yogyakarta. Di wilayah tersebut, hasil perhitungan KPU menyebut PSI mendapatkan 12 suara. Namun ketika dilihat dari dokumen C yang diunggah, PSI hanya mendapatkan 2 suara di wilayah tersebut.

Dan hasil paling parah terjadi di TPS 020, Bendungan, Wates, Kulon Progo, DIY. PSI yang hanya mendapatkan 1 suara, menggelembung menjadi 33 suara di website KPU. Sebagai perbandingan, di Kecamatan Godean, angka yang tertera di web KPU dengan yang tertera di C Hasil sama dan sesuai. Di TPS 019 Sidomulyo, Godean, Sleman, D.I.Y, PSI mendapatkan 8 suara di website KPU, angka ini sama dengan yang terdapat di dokumen C.

Sementara, terjadinya lonjakan suara PSI yang juga mengakibatkan berkurangnya suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sirekap KPU dikritik oleh Romahurmuzy.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP ini mengatakan bahwa PPP akan meminta agar masalah ini dibongkar seterang-terangnya di hak angket DPR RI pekan ini.

Melalui unggahan akun Instagram resminya @romahurmuziy, dia menyebut bahwa pola kenaikan suara PSI bukan hanya tidak wajar, tapi tidak masuk akal menurut beberapa surveyor.

Jika dilihat berdasarkan perhitungan, hal ini berarti ada beberapa TPS yang suara PSI mencapai 50 persen.

“Kalau ini tidak dikoreksi, @dpp.ppp akan meminta hal ini bagian yang termasuk dibongkar seterang-terangnya di hak angket pekan ini! Saya mohon atensi @kpu_ri dan @bawasluri secara terbuka dan tindak lanjutnya secara cepat dan seksama,” ungkap pria yang akrab disapa Rommy ini.

Menurutnya, ledakan suara PSI ini merupakan hasil penyimpangan. Dia pun mengunggah hasil monitoring yang dia cuplik dari yang beredar di media sosial.

“19 ribu suara dari 110 TPS, berarti rata-rata 173 suara per TPS. Dengan suara per TPS hanya 300 suara, dan partisipasi yang memilih rata-rata 75%, suara sah setiap TPS ini tidak hanya 225 suara,” cetus Rommy.

Hal ini berarti PSI menang 77% di 110 TPS, sehingga Rommy menilai bahwa kejadian ini tidak masuk akal.

“Saya dan @dpp.ppp mohon atensi dan tindak lanjut seksama dari @kpu_ri dan @bawasluri untuk tidak menutup mata dari penyimpangan ini!” tegas Rommy.

Dia juga sempat mengunggah postingan yang berisi tangkapan layar website KPU yang menunjukkan kenaikan suara PSI sebesar 3%, dengan total perolehan 2.291.882 suara, sementara perolehan suara PPP menurun 3,97% dengan total perolehan 3.037.760 suara.

“Mohon atensi kepada @kpu_ri dan @bawasluri, operasi apa ini? Meminjam bahasa pak @jusufkalla, operasi “sayang anak” lagi?,” tandas Rommy. (dil)

Tags: KPUpemiluSirekap

Berita Terkait.

Truk
Headline

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:49
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2449 shares
    Share 980 Tweet 612
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2070 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.