• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

UNHCR Sebut Jumlah Pengungsi Sudan Lebih dari 4 Juta Orang

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 9 Agustus 2023 - 23:50
in Internasional
Pengungsi di Sudan Selatan akibat konflik di Sudan bersiap untuk meninggalkan pusat penerimaan di Kabupaten Renk, Negara Bagian Upper Nile, Sudan Selatan, pada 29 April 2023. (ANTARA/Xinhua)

Pengungsi di Sudan Selatan akibat konflik di Sudan bersiap untuk meninggalkan pusat penerimaan di Kabupaten Renk, Negara Bagian Upper Nile, Sudan Selatan, pada 29 April 2023. (ANTARA/Xinhua)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR) mengatakan pada Selasa bahwa ada lebih dari empat juta orang mengungsi akibat krisis Sudan dan menyatakan kekhawatiran atas dampak konflik terhadap layanan kesehatan.

Di tengah meningkatnya jumlah pengungsi, UNHCR “sangat prihatin mengenai menurunnya kondisi kesehatan di seluruh negeri, termasuk di kamp pengungsian,” kata perwakilan dari UNHCR William Spindler dalam suatu pengarahan pers PBB di Jenewa.

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

“Situasi di dalam Sudan, di mana tim UNHCR berada, tidak dapat dipertahankan karena kebutuhan jauh lebih besar daripada apa yang dapat dilakukan manusia dengan sumber daya yang ada,” kata Spindler, Rabu (9/8), seperti dikutip dari Antara.

Di wilayah Nil Putih, layanan kesehatan dan gizi di seluruh 10 kamp pengungsi sangat terdampak akibat kelangkaan obat-obatan utama, petugas kesehatan dan pasokan, kata dia.

Selain itu, lebih dari 144 ribu pengungsi baru tiba dari Khartoum, yang bergabung dengan para pengungsi Sudan Selatan dan masyarakat setempat yang menggunakan klinik-klinik kesehatan.

Spindler menyatakan bahwa jumlah pengungsi tersebut termasuk 700.000 pengungsi dan pencari suaka yang melarikan diri ke negara tetangga, serta 195.000 orang Sudan Selatan yang terpaksa kembali ke negara asalnya.

Dia menambahkan bahwa di dalam Sudan, lebih dari empat juta orang terpaksa mengungsi, termasuk 187 ribu diantaranya yang sudah tinggal di negara itu sejak awal krisis.

“Kebanyakan keluarga bergerak selama berminggu-minggu dengan sedikit persediaan makanan dan obat-obatan, dan ini meningkatkan angka gizi buruk, wabah penyakit, dan kematian akibat wabah masih terus menjadi perhatian,” kata Spindler.

Dia menyoroti bahwa lebih dari 300 kematian dilaporkan, terutama di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, akibat cacar dan gizi buruk yang terjadi antara 15 Mei hingga 17 Juli.

Kurangnya obat-obatan penting, petugas kesehatan dan pasokan mempengaruhi layanan kesehatan dan gizi. Selain itu, wabah kolera parah dan malaria diperkirakan terjadi pada bulan-bulan mendatang akibat banjir.

Sejak konflik pecah pada April, status kesehatan dan gizi para pengungsi yang datang dari Sudan ke Sudan Selatan dan Chad menurun cepat dan terus memburuk, kata dia.

Spindler menambahkan bahwa situasi di seberang perbatasan sama buruknya.

Mengenai serangan terhadap tenaga dan institusi kesehatan, Christian Lindmeier dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan ada 53 serangan terjadi terhadap petugas kesehatan antara 15 April hingga 31 Juli.

Lindmeier meminta serangan terhadap tenaga kesehatan atau pelanggaran buruk atas hak asasi manusia untuk dihentikan dan mengatakan “pekerja kemanusiaan membutuhkan jaminan keamanan dan keselamatan saat memberikan bantuan penting kemanusiaan dan kesehatan.”

Sudan sejak April telah dirusak oleh pertempuran antara kelompok militer dan Pasukan Dukungan Cepat. Konflik itu menewaskan lebih dari tiga ribu warga sipil dan melukai ribuan lainnya, menurut tenaga medis setempat. (mg2)

Tags: konflik sudanpengungsiSudanunhcr

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2449 shares
    Share 980 Tweet 612
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2055 shares
    Share 822 Tweet 514
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1369 shares
    Share 548 Tweet 342
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.