• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Yemelia ‘Ambu Badui’: Kerukunan Beragama Suku Badui Patut Ditiru

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 10 Desember 2022 - 19:19
in Nusantara
Ambu-Badui

Yemelia 'Ambu Badui' bersama warga suku Badui Dalam.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kerukunan umat beragama warga suku Badui yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, patut ditiru.

Pasalnya, warga suku Badui tidak pernah mempermasalahkan agama yang dianut oleh sanak saudara mereka atau orang luar yang berkunjung ke Badui. Bahkan, ketika umat muslim menunaikan ibadah sholat saat berkunjung ke pemukiman Badui Dalam dan Badui Luar yang menganut agama Sunda Wiwitan itu pun difasilitasi untuk tempat sholat oleh warga suku Badui Dalam.

BacaJuga:

Kemarau Jadi Momok, Karhutla dan Krisis Air Bersih Bermunculan di Daerah 

IFAD dan Kemendes Latih Ratusan Keluarga Papua Jadi Wirausaha Lewat Program TEKAD

Tinjau Kantah Kota Batam Bersama Komisi II DPR RI, Wamen ATR/Waka BPN Pastikan Pelayanan Pertanahan Berjalan Efisien

Hal ini diungkapkan oleh Yemelia, mantan kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pariwisata Provinsi Banten yang diangkat sebagai ‘Ambu’ atau ibu oleh warga suku Badui.

Baca Juga : MUI Lebak: Kerukunan Umat Beragama di Badui Kondusif

“Justru kita harus banyak belajar dari suku Badui tentang kerukunan umat beragama. Tidak pernah terjadi perselisihan tentang agama di suku Badui, meski ada sanak saudaranya yang pindah memeluk agama lain, namun tali silaturahmi diantara mereka tetap berjalan normal,” terang Yemelia kepada indopos, Sabtu (10/12/2022).

Yamelia menjelaskan, bagi warga suku Badui yang pindah agama dan memeluk agama lain tetap diakui sebagai saudara, meski dengan konsekwensi harus keluar dari pemukiman Badui .

“Badui itu kan ada dua,yaitu Badui Dalam dan Badui Luar. Kalau Badui luar, mereka berbusana hitam namun mereka juga harus patuh pada adat istiadat dan budaya yang mereka anut, tapi mereka sudah boleh naik kendaraan dan mengguakan alat elektronik,” terang Yemelia.

Berbeda denga Badui Dalam yang berbusana putih, mereka sama sekali tidak boleh naik kendaraan dan mereka hidup di tiga kampung. Yait Kampug Cikitawarna.Cibeo dan Cikeusik yang masing masing Kampung dipimpin oleh Pu’un.“Kalau badui Luar jumlah peduduknya hampir 12 ribu KK (Kepala Keluarga) lebih banyak daru Baduy Dalam,” cetusnya.

“Konsekwensi bagi warga Suku Badui, baik Badui Dalam maupun Badui luar yang memeluk agama lain selain Sunda Wiwitan, mereka harus keluar dari kawasan Badui. Namun demikin, tali silaturahmi diantara mereka tetap berjalan dan tidak ada larangan bagi warga suku Badui yang sudah keluar dan tinggal diluar kawasan Badui tidak diperbolehkan lagi berkunjung ke Badui,” tutur Yemelia.

Menurut Yemelia, alasan kenapa warga suku Badui yang pindah kepercayan dengan menganut agama lain harus keluar dari Badui, karena di Badui mereka masih memegang teguh adat dan budaya mereka. ”Di warga suku Badui itu tidak ada persaingan usaha dan mereka hidup sederhana dari hasil bercocok tanam dan berburu,” cetusnya.

“Sama seperti kebanyakan suku-suku lain di Indonesia, orang-orang Badui Dalam atau Kanekes itu menganut agama kepercayaan nenek moyang. Mereka memuja kekuatan alam dan juga nenek moyang yang terdahulu yang dikenal dengan ajaran Sunda Wiwitan,” sambungnya.

Menurut Yemelia, rata rata warga Suku Badui yang pindah keyakinan ke agama lain adalah berasal dari suku Badui Luar, dan jarang terjadi berasal dari Suku Badui Dalam.”Rata rata yang pindah agama itu adalah berasal dari Badui Luar,” imbuhnya.

Lebih jauh Yemelia menjelaskan, aktivitas masyarakat Badui tidak sama dengan masyakat lain, karena masyarakat Badui hanya akan keluar secara bersama sama dari pemukinan Badui jika ada event atau acara yang diundang oleh pemerintah, baik dari pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten /kota, seperti ritual Seba Badui untuk menyerahkan ‘upeti’ hasil bumi mereka kepada “Bapak Gede’ yaitu Gubernur Banten atau Bupati Lebak.

“Justru dalam tataran kehidupan mereka, kita harus banyak belajar dari suku Badui yang hidup sederhana dan tetap melestarikan kebudayaan nenek moyang. Dalam menjalankan kehidupan sehari hari pun mereka tidak ambisius dan tidak ada persaingan usaha,” kata Yemelia.

Tak hanya itu, setiap tamu yang berkunjung ke suku Badui, baik itu ke Badui Dalam maupun Badui Luar, setiap tamu yang datang berkunjung ke rumah suku Badui akan disuguhkan minuman.”Di Pendopo rumah mereka itu sudah tersedia teh dan kopi untuk disuguhkan ke tamu yang datang tanpa memandang suku dan agama tamu yang datang,” katanya.

Yemelia juga membantah adanya stigma warga suku Badui adalah suku yang tertutup untuk orang luar.” Justru suku Badui itu sangat terbuka untuk orang luar. Namun demikian, mereka tetap memegang teguh kepercayaan, adat dan budaya mereka,” tegas Yemelia.

Biasanya kata Yemelia, warga Suku Badui Dalam yang pindah bermukim ke Badui Luar karena alasan pindah agama dan ingin berbaur dengan masyarakat luar yang tidak terikat dengan adat di Badui Dalam.

” Kemarin ini saya juga membahas hal ini dengan Jaro Tanggungan 12, terkait banyaknya suku Badui yang pindah menganut agama lain, seperti ke agama Islam. Kenapa mereka yang pindah menganut agama lain harus bermukim ke Badui Luar ? Karena di Badui Dalam itu mereka harus terikat dengan adat, tidak boleh ini dan tidak boleh itu, sementara jika mereka tinggal di Badui Luar mereka bisa bebas tanpa terikat lagi dengan aturan adat, seperti boleh menggunakan listrik, menggunakan handhpone, menonton televisi dan berpergian naik kendaraan,” paparnya.

Ia tak memungkiri, di era globalisasi dan moderisasi saat ini banyak juga warga suku Badui Dalam yang terpengaruh untuk bisa hidup bebas seperti masyarakat kebanyakan, sehingga mereka memilih keluar dari pemukiman Badui Dalam.” Meski begitu mereka tidak dibuang dalam keluarga, namun hanya tidak boleh tingga di pemukiman Badui Dalam, dan mereka tetap saling mengunjungi,” tandasnya.(gin)

Tags: BantenDesa KanekesKabupaten LebakKecamatan LeuwidamarSuku Badui

Berita Terkait.

Kemarau Jadi Momok, Karhutla dan Krisis Air Bersih Bermunculan di Daerah 
Nusantara

Kemarau Jadi Momok, Karhutla dan Krisis Air Bersih Bermunculan di Daerah 

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:22
IFAD dan Kemendes Latih Ratusan Keluarga Papua Jadi Wirausaha Lewat Program TEKAD
Nusantara

IFAD dan Kemendes Latih Ratusan Keluarga Papua Jadi Wirausaha Lewat Program TEKAD

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:12
Tinjau Kantah Kota Batam Bersama Komisi II DPR RI, Wamen ATR/Waka BPN Pastikan Pelayanan Pertanahan Berjalan Efisien
Nusantara

Tinjau Kantah Kota Batam Bersama Komisi II DPR RI, Wamen ATR/Waka BPN Pastikan Pelayanan Pertanahan Berjalan Efisien

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02
Jalin Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Aceh Gagalkan Upaya Penyelundupan 2.989 Gram Emas ke Malaysia
Nusantara

Jalin Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Aceh Gagalkan Upaya Penyelundupan 2.989 Gram Emas ke Malaysia

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:01
bc2
Nusantara

Lagi, Bea Cukai Malang Gagalkan Distribusi 49 Ribu Batang Rokok Ilegal

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:13
bc
Nusantara

Sepanjang Juni 2026, Bea Cukai Sidoarjo Amankan 67 Ribu Batang Rokok Ilegal

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:33

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    842 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2364 shares
    Share 946 Tweet 591
  • Rayakan Usia Lima Tahun, SeaBank Gulirkan Promo Spesial Selama Lima Hari

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Tampil Dominan, Prancis ke Semifinal Usai Bekuk Maroko

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 10 Juli 2026 - 08:46

INDOPOSCO.ID – Prancis memastikan diri menjadi tim pertama yang menembus semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Maroko dengan skor meyakinkan...

SelengkapnyaDetails
Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 

Prancis vs Maroko: Penyesuaian Teknis dan Taktis Jadi Fokus Singa Atlas 

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:52
Messi

Argentina Comeback Dramatis, Messi: Tim Ini Tidak Pernah Menyerah!

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13
Hossam-Hassan

Kalah Kontroversial dari Argentina, Pelatih Mesir: Kami Telah Ditipu!

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:31
Trophy

Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:21
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.