INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Malang kembali menggagalkan upaya distribusi rokok ilegal yang diduga akan dikirim ke luar wilayah Malang. Dalam penindakan yang dilakukan pada Minggu dini hari (21/6/2026), petugas mengamankan 49.400 batang rokok ilegal tanpa pita cukai dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp36.948.400.
Penindakan bermula dari informasi intelijen yang diterima petugas mengenai sebuah mobil penumpang berwarna abu-abu metalik yang diduga mengangkut rokok ilegal. Berbekal informasi tersebut, Bea Cukai Malang pun melakukan patroli darat dan pemantauan di jalur menuju luar wilayah Malang yang diduga menjadi lintasan distribusi.
Berdasarkan hasil analisis, petugas menemukan kendaraan yang dimaksud melintas di wilayah Sumberpucung dan bergerak ke arah Kabupaten Blitar. Karena kendaraan telah memasuki wilayah kerja Bea Cukai Blitar, dilakukan koordinasi antarsatuan kerja untuk melanjutkan pengejaran. Kendaraan akhirnya berhasil dihentikan di Jalan Raya Selorejo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 2.550 bungkus atau 49.400 batang rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) dari berbagai merek, yaitu Alphard dan Sport, yang tidak dilekati pita cukai. Seluruh barang bukti beserta kendaraan dan pengemudi kemudian diamankan ke Kantor Bea Cukai Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menegaskan bahwa setiap keberhasilan menggagalkan peredaran rokok ilegal merupakan bagian dari upaya menjaga hak negara yang hasilnya akan kembali kepada masyarakat.
“Kami terus mengoptimalkan pengawasan melalui pemanfaatan informasi intelijen, patroli lapangan, serta koordinasi lintas wilayah kerja guna memutus mata rantai distribusi rokok ilegal,” ucapnya.
Johan juga mengajak masyarakat untuk tidak membeli, menjual, maupun mengedarkan rokok ilegal. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai menjadi dukungan penting untuk menjaga penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. (ipo)


















