INDOPOSCO.ID – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di berbagai daerah. Kekeringan yang memicu krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat masih mendominasi bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data yang dihimpun BNPB, kejadian kekeringan dan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dan terus dipantau bersama pemerintah daerah (Pemda).
Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, kekeringan melanda Desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang. Rendahnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama menyebabkan debit sungai, mata air, dan sumur warga menyusut sehingga sekitar 50 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melakukan pendataan wilayah terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
“Sedikitnya 10.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga,” bebernya.
Sementara itu, lanjut dia, karhutla juga terjadi di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Kebakaran yang penyebabnya masih diselidiki tersebut menghanguskan sekitar 5 hektare lahan.
“BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara bersama tim gabungan dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman,” katanya.
Di Jawa Tengah, masih ujar dia, kebakaran lahan juga melanda Kabupaten Sukoharjo. Api membakar lahan di tiga desa, yakni Desa Pundungrejo dan Desa Watubonang di Kecamatan Tawangsari serta Desa Puron di Kecamatan Bulu.
“Luas area terdampak diperkirakan mencapai 3,5 hektare,” ucapnya.
“Petugas BPBD Kabupaten Sukoharjo melakukan pemadaman menggunakan metode gepyok dan membuat ilaran untuk mencegah api merembet ke area lain,” imbuhnya.
Ia mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap potensi kekeringan dan karhutla yang diperkirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. (nas)


















