• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

LPDB-KUMKM Sinergi Program Cluster Pangan di Kabupaten Nganjuk

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 27 Januari 2022 - 09:59
in Ekonomi
lpdb

LPDB-KUMKM akan melakukan sinergi program cluster pangan melalui wadah koperasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan melakukan sinergi program cluster pangan melalui wadah koperasi.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, sinergi program ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki agar LPDB-KUMKM dapat mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui sinergi program baik dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta dengan wadah koperasi.

BacaJuga:

New Xforce Banjir Peminat, MMKSI Maksimalkan Momentum GIIAS 2026

Diserbu Pengunjung, Ini Promo Menarik Mitsubishi Motors Selama Gelaran GIIAS 2026

Mesin Baru Ekonomi Indonesia Mulai Dipacu, Era Digital Jadi Penentu

“LPDB-KUMKM network diharapkan bisa mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dengan wadah koperasi melalui sinergi program,” ujar Supomo.

Baca Juga : LPDB-KUMKM Siap Lakukan Pendampingan Koperasi Potensial

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong program korporatisasi petani di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nganjuk dengan komoditas yang akan dikembangkan adalah bawang merah dan kacang koro.

Supomo menambahkan, tahun 2022 ini pihaknya juga akan mendorong penyaluran dana bergulir untuk memperkuat permodalan koperasi sektor riil. “Dalam hal ini, LPDB-KUMKM telah melakukan upaya jemput bola, sekaligus pendampingan kepada koperasi-koperasi sektor riil potensial dan berorientasi ekspor,” ucap Supomo.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Jarot Wahyu Wibowo mengatakan, pengembangan komoditas bawang merah dan kacang koro di Kabupaten Nganjuk sebagai upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor produk pertanian.

Baca Juga : LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Riil Jadi Aggregator Anggotanya

Selain mengurangi ketergantungan impor produk pertanian, program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dan membebaskan petani dari jeratan rentiner maupun tengkulak hasil pertanian.

“Harapannya dengan koperasi dan dalam bentuk program korporatisasi kami menyambungkan semua ekosistem dari hulu ke hilir, sekarang petani jual produk bawang hanya Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram masih sangat rendah, itu karena rantai pasok dan tata niaga yang perlu diperbaiki,” kata Jarot.

Upaya pendekatan LPDB-KUMKM adalah dengan melakukan pendampingan kepada koperasi petani bawang untuk meningkatkan dari sisi tata kelola kelembagaan, maupun administrasi bisnis agar lebih baik dan bisa mengajukan pembiayaan kepada LPDB-KUMKM.

Kemudian, melakukan pendampingan dari sisi pengembangan ekosistem bisnis kororatisasi petani dengan menghubungkan koperasi dengan offtaker, ataupun industri yang mampu menyerap hasil tani dari para petani anggota koperasi.

“Kita lihat bagaimana perkembangannya dan bagaimana kita sambungkan koperasi ini kepada rantai pasok bawang, tinggal kita pilih hilirnya apakah ke industri besar atau nanti justru koperasinya bisa membuat hilirisasi produk turunan dalam bentuk pasta, atau dalam bentuk lain yang bisa meningkatkan nilai tambah,” ujar Jarot.

Kabupaten Nganjuk Sambut Positif Sinergi Program Cluster Pangan

Plt. Bupati Kabupaten Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya menyambut positif sinergi program pengembangan cluster pangan bersama Kementerian Koperasi dan UKM, dan juga LPDB-KUMKM.

Sebab, selama ini harga komoditas bawang merah di Kabupaten Ngajuk mengalami fluktuasi harga yang sulit dikendalikan oleh pemerintah.

“Kami juga punya mimpi bagaimana permasalahan petani di Kabupaten Nganjuk utamanya bawang merah itu harganya tidak fluktuatif sekali kadang diatas kadang dibawah, banyak petani dirugikan, termasuk hari ini bawang merah harga jual termasuk rendah sekali,” ucap Marhaen Jumadi.

Menurutnya, pengembangan ekonomi sektor pertanian melalui wadah koperasi merupakan langkah yang tepat dan cocok dikembangkan, sebab koperasi bisa menjadi offtaker produk pertanian, dan memasarkan produk hasil pertanian dengan harga yang sesuai dan saling menguntungkan.

“Petani-petani itu kami kumpulkan dalam wadah koperasi, sehingga nanti harga komoditas bisa stabil tidak dipengaruhi harga pasar tengkulak, dan kedua petani tidak pudsing lagi mencari pasar, biar pasar yang mencari adalah koperasi, maka kami minta Support dari Kementerian Koperasi dan UKM dan LPDB-KUMKM untuk mengeksusi ini, dan ini permasalahan rakyat kecil dan sangat luar biasa yang kita bisa lakukan bersama-sama,” jelasnya.

Sedangkan untuk komoditas kacang koro juga akan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan lahan tidur yang tidak produktif milik pemerintah.

Program ini dalam rangka mengurangi impor kedelai yang selalu menjadi masalah di Indonesia terutama bagi industri panganan tempe dan tahu.

“Karena kedelai masih impor di Indonesia, maka pengganti kedelai dengan kacang koro ini juga bagus, dan kami juga akan coba, karena kami punya lahan tidur banyak, maka kami tanami koro sebagai pilot project pengganti kedelai,” kata Jumadi.

Jarot menambahkan, selain menjadi produk pangan tempe, kacang koro juga bisa dijadikan berbagai produk olahan lainnya, yakni susu dan tepung, dan inilah yang akan menjadi potensi ekonomi untuk dikembangkan.

“Impor kedelai mencapai 3 juta ton per tahun, untuk mengganti itu salah satu subtitusinya kacang koro, dan kacang koro itu setelah diolah bisa menjadi tempe menjadi susu, juga dalam bentuk tepung, dan inilah potensi yang luar biasa dari kacang koro,” pungkas Jarot. (wib/PR)

Tags: Kabupaten NganjukLPDB-KUMKMProgram Cluster Pangan

Berita Terkait.

New Xforce Banjir Peminat, MMKSI Maksimalkan Momentum GIIAS 2026
Ekonomi

New Xforce Banjir Peminat, MMKSI Maksimalkan Momentum GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:20
Momentum GIIAS 2026, MMKSI Maksimalkan Program Kepemilikan Menarik dan Layanan Purna Jual Bernilai Tambah
Ekonomi

Diserbu Pengunjung, Ini Promo Menarik Mitsubishi Motors Selama Gelaran GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:30
Cenderung Bervariatif, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Cerah Hingga Berawan Hari Ini
Ekonomi

Mesin Baru Ekonomi Indonesia Mulai Dipacu, Era Digital Jadi Penentu

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:41
Momentum GIIAS 2026, MMKSI Maksimalkan Program Kepemilikan Menarik dan Layanan Purna Jual Bernilai Tambah
Ekonomi

Momentum GIIAS 2026, MMKSI Maksimalkan Program Kepemilikan Menarik dan Layanan Purna Jual Bernilai Tambah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:00
Wamendagri Bima Minta Kepala Daerah Bangun Ekosistem KDKMP Bersama Pemangku Kepentingan
Ekonomi

SHARP Kenalkan AIREST, Inovasi AC dengan Teknologi Penyaring Udara Terintegrasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:43
Chery-Q
Ekonomi

Chery Q Resmi Hadir di Indonesia, Compact EV dengan Harga Mulai Rp239,9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:00

BERITA POPULER

  • john

    Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1919 shares
    Share 768 Tweet 480
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1876 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.