Nasional

LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Sektor Riil Jadi Aggregator Anggotanya

INDOPOSCO.ID – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kegiatan “jemput bola” ini merupakan upaya LPDB-KUMKM untuk mendapatkan mitra potensial khususnya pelaku koperasi agar dapat mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM.

Turut hadir, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Samsurijal Ari, serta dihadiri oleh pengurus dan anggota dari Koperasi Tani Hijau Makmur dan Koperasi Sarana Bangun Lampung (Sabalam) Lampung.

Menurut Supomo, kunjungan kerja ini selain upaya jemput bola, juga dalam rangka menindaklanjuti beberapa pertemuan dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan memfollowup rencana pengajuan pembiayaan dari Koperasi Tani Hijau Makmur dan Koperasi Sabalam. Keduanya merupakan koperasi yang bergerak di sektor riil budidaya pisang mas Lampung dan pisang cavendish, dengan offtakernya yaitu PT The Great Giant Pineapple (PT. GGP).

Sementara itu, lanjut Supomo, Koperasi Sabalam adalah koperasi dengan budidaya porang, dengan offtakernya di Gresik dan Surabaya yaitu PT. Rajawali, mereka yang nantinya akan menunjang untuk kepentingan ekspor.

“Keduanya sudah kami tinjau di lapangan, budidayanya bagus, kerja sama dengan offtakernya juga bagus, sehingga inilah yang kita harus ciptakan bahwa koperasi berperan sebagai aggregator dari petani-petani yang ada di Lampung,” sambung Supomo.

Baca Juga : LPDB-KUMKM Siap Tingkatkan Penyaluran Dana Bergulir di Provinsi Gorontalo

Terkait prospek mitra potensial di Lampung, Supomo menjelaskan bahwa bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM di Provinsi Lampung, telah meninjau beberapa mitra potensial, dimana setelah melihat selain dua koperasi itu ternyata banyak koperasi-koperasi potensial di Lampung khususnya dibidang pertanian yang dapat ditingkatkan.

“Saat ini mereka sedang dalam proses pembinaan bersama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung karena masih memerlukan pendampingan dari sisi kelembagaan dan tata kelolanya, sehingga nantinya dapat memenuhi syarat dalam mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM,” jelas Supomo.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button