INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para guru untuk mencintai murid dan terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, rasa cinta kepada murid menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan yang bermakna sekaligus melahirkan generasi unggul.
Mu’ti menegaskan, pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang tidak elitis serta mau mendengar aspirasi para guru di lapangan. Karena, kebahagiaan seorang guru lahir ketika mampu menikmati profesinya, memuliakan ilmu, dan mendampingi murid dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam.
Guru, dikatakan dia, tidak cukup hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga harus terus belajar bersama peserta didik. “Menjadi guru sejatinya adalah juga menjadi murid. Ketika bapak ibu mengajar, jangan hanya jadi fasilitator, tapi jadilah pembelajar juga. Bersama mereka mempelajari sesuatu, bersama mereka kita mendampingi sampai dia bisa belajar,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Rabu(29/7/2026).
Mu’ti juga memperkenalkan konsep Engaged Learning yang mendorong keterlibatan aktif guru dalam proses pembelajaran. Menurutnya, setiap anak yang datang ke sekolah merupakan amanah yang harus diterima apa adanya dan didampingi dengan kasih sayang agar tumbuh berkembang secara optimal.
“Kami menyiapkan program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 150 ribu guru yang belum menuntaskan pendidikan S-1 atau D-IV,” katanya.
Melalui program tersebut, menurutnya, pengalaman mengajar dapat diakui sebagai kredit akademik sehingga masa studi bisa diselesaikan paling lama 1,5 tahun.
“Kami juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru melalui kenaikan tunjangan yang diharapkan diikuti peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian,” terangnya.
“Keikutsertaan guru dalam pelatihan PKB kini resmi diperhitungkan sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja 24 jam mengajar,” imbuhnya. (nas)


















