• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Syariah Bagian Integral dari Agenda Presidensi G20

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 31 Desember 2021 - 22:05
in Ekonomi
arief rosyid
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Arief Rosyid Hasan, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI)

Tahun 2021 bukanlah tahun yang mudah bagi Indonesia, maupun bagi negara-negara lain di dunia. Kita masih sama-sama berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk aspek ekonomi. Terlepas segala tantangan yang dihadapi, the show must go on.

BacaJuga:

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Sepanjang 2021, pemerintah Indonesia bekerja keras untuk memitigasi efek pandemi Covid-19 melalui berbagai upaya, termasuk intervensi kesehatan, program pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta kebijakan reformasi struktural yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, dan perbaikan kemudahan berusaha.

Satu hal yang luar biasa, di tengah pandemi Covid-19, sistem ekonomi dan keuangan syariah yang tercermin dari kinerja perbankan syariah mampu membuktikan ketahanannya terhadap krisis. Performa positif menunjukkan bahwa fundamental bank syariah dapat menjadi salah satu motor dalam pemulihan ekonomi nasional. Daya tahannya dilihat dari segi aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah yang tumbuh di atas perbankan nasional sepanjang 2021.

Saat ini kita sudah tiba di akhir 2021. Tahun 2022 merupakan tahun yang penting bagi Indonesia bertepatan dengan Presidensi G20 sebagai estafet dari Italia. Ekonomi syariah merupakan bagian integral dari agenda Presidensi G20. Dua agenda prioritas G20 yang memiliki irisan kuat dengan ekonomi syariah adalah sustainable finance atau keuangan berkelanjutan dan digital and financial inclusion atau digitalisasi dan literasi keuangan.

Indonesia sebagai negara dengan total populasi muslim terbesar di dunia dan menjadi salah satu anggota negara G20 diproyeksikan oleh berbagai lembaga riset akan masuk menjadi kelompok 4-5 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.

Dengan kondisi tersebut, tidak salah jika Presiden Joko Widodo berkomitmen mendorong Indonesia menjadi pemimpin dunia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. KTT G20 sebagai forum dunia yang memiliki dampak yang sangat besar, merepresentasi 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 75 persen perdagangan dunia, 80 persen investasi global, dan 2/3 dari jumlah populasi penduduk dunia.

Presidensi G20 oleh Indonesia harus dilaksanakan dengan sebaik-baik dan sehormat-hormatnya. Salah satu modalnya, Indonesia memiliki nilai luhur sifat kedermawanan yang tinggi, baru saja kita menduduki peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia menurut Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021.

Faktor utamanya adalah instrumen sosial yang juga sebagai mesin penggerak ekonomi dan keuangan syariah seperti zakat, infaq, sedekah, dan wakaf yang mampu digunakan untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan memperkecil jarak antara tingkatan pendapatan masyarakat.

Potensi yang mencapai Rp500 triliun namun hanya mampu terealisasi sekitar Rp75 triliun inilah yang kini menjadi fokus yang dikerjakan salah satunya oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam membangun ekosistemnya.

Selain itu sejak pandemi, masyarakat lebih berorientasi pada kesehatan, kebersihan, digital, dan menginginkan segala hal yang lebih bersifat sosial juga berkelanjutan. Semuanya ditawarkan langsung oleh ekonomi dan keuangan syariah.

Ekosistemnya adalah multi-purpose solution yang memiliki berbagai produk pembiayaan untuk kaum dhuafa, UMKM, usaha besar, hingga pembiayaan proyek hijau.

Tujuan akhirnya kemaslahatan umat, meningkatkan produktivitas, kemandirian mustahik, dan tidak ada yang tertinggal seperti tujuan sustainable development goals (SDGs). Maka dari itu, ekonomi syariah perlu diperkenalkan lebih jauh pada masyarakat dunia sebagai sistem alternatif yang menawarkan oase untuk tujuan bersama.

Sebagai tambahan yang juga tidak kalah penting, salah satu sektor yang dapat dikembangkan secara lebih fokus adalah sektor halal. Selama ini, Indonesia menjadi pasar yang besar untuk industri halal. Dengan kapasitas yang dimiliki, sudah saatnya Indonesia tampil sebagai produsen, bahkan pusat dari industri halal global.

Dengan 1,8 miliar penduduk muslim di dunia, terdapat potensi belanja produk halal yang mencapai USD2,2 triliun. Indonesia sendiri memiliki populasi muslim terbesar di dunia, sebesar 222 juta jiwa. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) sangat besar pada tahun 2019 mencapai 24,3 persen dan meningkat pada 2020 menjadi 24,8 persen.

Dalam kesempatan baik sebagai akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022, saya ingin mengajak teman-teman muda untuk menjadi bagian dari sejarah besar ini. Kesempatan belum tentu datang dua kali, milestone Presidensi G20 harus kita manfaatkan sedapat mungkin untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai jalan utama – bukan lagi jalan alternatif. Dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, insha Allah, ekonomi dan keuangan syariah bisa menjadi jawaban bagi kemaslahatan rakyat Indonesia.

Ekonomi dan keuangan syariah dapat memberi kontribusi besar dalam ikhtiar pencapaian tujuan kita berbangsa dan bernegara, sebagaimana dalam UUD 1945 alinea ke-4, yang berbunyi: “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” *

Tags: Arief Rosyid HasanEkonomi SyariahPresidensi G20

Berita Terkait.

epi
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:23
driling
Ekonomi

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:40
farmasi
Ekonomi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:11
apski
Ekonomi

Kementerian UMKM Gandeng Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Muda Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:22
smk
Ekonomi

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:28
Kelola SPPG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara Fokus Dukung Program Gizi Nasional
Ekonomi

The Banker Tetapkan BRI sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia pada 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2926 shares
    Share 1170 Tweet 732
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.