INDOPOSCO.ID – Limbah industri kelapa sawit tak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan. PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mengolah limbah cair kelapa sawit menjadi bahan bakar energi terbarukan melalui inovasi BioCNG – Repurposing Waste, Powering Existing Plant.
Inovasi tersebut berhasil mengantarkan PLN NP meraih Power & Energy Awards 2026 untuk kategori Renewable Energy and Sustainability, yang merupakan bagian dari rangkaian Enlit Asia & Electricity Connect 2026.
Penghargaan diberikan pada Selasa (22/9/2026) malam di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penghargaan diterima Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Power Hamidi Hamid dari Ketua Pelaksana Electricity Connect 2026 Arsyadany Ghana Akmalaputri.
Melalui inovasi BioCNG, PLN NP memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME), yakni limbah cair dari proses pengolahan kelapa sawit yang kaya kandungan metana. Limbah tersebut diolah menjadi Bio-Compressed Natural Gas (BioCNG) untuk digunakan sebagai bahan bakar terbarukan pada pembangkit gas eksisting.
Implementasi teknologi tersebut telah dilakukan pada Gas Turbine 2.2 Unit Pembangkitan Belawan berkapasitas 125 MW. PLN NP berhasil melaksanakan first operation dan uji coba co-firing 5 persen BioCNG pada 14 Agustus 2025, dengan seluruh parameter operasi berjalan aman dan stabil.
Pemanfaatan BioCNG dengan tingkat kemurnian metana lebih dari 95 persen tersebut berpotensi menghasilkan 158 GWh energi hijau per tahun. Selain itu, inovasi ini diperkirakan mampu memberikan penghematan biaya bahan bakar sekitar Rp35 miliar per tahun.
Di sisi lingkungan, pengolahan POME menjadi BioCNG juga membantu mengurangi potensi pelepasan gas metana dari limbah industri kelapa sawit. Dengan demikian, satu inovasi dapat menggabungkan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan emisi, serta optimalisasi pembangkit yang telah tersedia.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, inovasi BioCNG menunjukkan bahwa transisi energi dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia sekaligus mengoptimalkan infrastruktur eksisting.
“Inovasi bagi kami bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata. BioCNG membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi energi terbarukan, sekaligus mendukung dekarbonisasi dan optimalisasi pembangkit yang sudah ada,” ujar Ruly.
Menurut Ruly, keberhasilan implementasi BioCNG di Belawan juga membuka peluang pengembangan teknologi serupa di pembangkit gas lainnya.
“Kami ingin solusi seperti ini dapat direplikasi lebih luas. Dengan memanfaatkan potensi limbah dalam negeri, kita tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dan memperkuat ketahanan energi,” tambahnya.
Ke depan, PLN NP tengah memetakan potensi sumber BioCNG untuk diterapkan pada pembangkit lainnya. Upaya tersebut mencakup penguatan rantai pasok serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Model pemanfaatan BioCNG juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di kawasan Asia Tenggara, khususnya negara-negara yang memiliki industri kelapa sawit sekaligus infrastruktur pembangkit gas.
Bagi PLN NP, penghargaan Power & Energy Awards 2026 menjadi pengakuan terhadap inovasi yang menggabungkan dekarbonisasi, energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan optimalisasi aset eksisting dalam satu solusi.
Inovasi tersebut sekaligus memperkuat upaya PLN NP dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal menjadi energi bersih dan mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.(srv)















