• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BKKBN Gerakkan Mahasiswa Dukung Penurunan Stunting

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 24 September 2021 - 17:32
in Nasional
Ilustrasi - Warga membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi di posyandu di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (8/7/2021. Kegiatan posyandu antara lain mencakup pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak serta penyuluhan gizi untuk mencegah kasus stunting. Foto: Antara/ Irwansyah Putra/foc

Ilustrasi - Warga membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi di posyandu di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (8/7/2021. Kegiatan posyandu antara lain mencakup pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak serta penyuluhan gizi untuk mencegah kasus stunting. Foto: Antara/ Irwansyah Putra/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) meluncurkan Program Mahasiswa Peduli Stunting untuk menggerakkan mahasiswa mensupport upaya penurunan kasus stunting, kekurangan gizi kronis yang mengusik perkembangan anak sehingga tubuhnya lebih pendek dibanding anak- anak seusianya.

“Stunting ini adalah masalah yang menjadikan suatu gangguan dan hambatan ketika kita ingin menuju Indonesia emas tahun 2045,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada peluncuran Program Mahasiswa Peduli Stunting (Penting) yang diikuti melalui kanal YouTube BKKBN Official dari Jakarta, Jumat.

BacaJuga:

Ambulans Udara Prabowo Bukan Sekadar Terbang, Dokter Ingatkan Pasien Jangan “Nyasar” Lagi

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

Kasus ISPA Naik, DPR RI Minta Pelindungan Kelompok Rentan Diperkuat

Stunting dapat terjadi bila pada 1. 000 hari kehidupan pertama(HPK) bayi mengalami kondisi kesehatan yang tidak optimal atau kondisi gizi yang tidak optimal sehingga tidak bisa tumbuh dan berkembang optimal serta rentan terserang penyakit.

Permasalahan stunting akan pengaruhi kualitas sumber daya orang pada masa mendatang, karenanya pemerintah berupaya mencegah dan menanganinya.

“Sayangnya pemahaman tentang stunting masih rendah,” ujar Hasto.

Program Mahasiswa Peduli Stunting, Hasto mengatakan, dimaksudkan untuk mensupport upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan gizi serta pencegahan dan penanganan stunting.

Mahasiswa yang ikut serta dalam program tersebut diharapkan bisa menyampaikan informasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi serta pencegahan stunting kepada masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto mengatakan bahwa pandemi COVID- 19 telah menimbulkan angka kemiskinan naik dan menimbulkan tantangan baru dalam upaya penanganan masalah gizi pada anak.

“Kita harus terus berjuang keras mengatasi TBC dan stunting, kita tidak boleh menyerah di situasi pandemi, sehingga semua harus bergerak bersama sama,” ujarnya.

Bagi ia, para mahasiswa bisa mensupport upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah yang angka kasusnya masih tinggi seperti Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Aris Junaidi menarangkan, Program Mahasiswa Peduli Stunting dijalankan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata tematik, yang secara reguler dilaksanakan dalam Program Kampus Merdeka.

“Program Mahasiswa Penting ini sangat sejalan dengan esensi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digerakkan oleh mahasiswa, bentuk konkret Tri Dharma perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat,” ucap Aris. (mg4)

Tags: bkkbnProgram Mahasiswa Peduli Stuntingstunting

Berita Terkait.

Relawan
Nasional

Ambulans Udara Prabowo Bukan Sekadar Terbang, Dokter Ingatkan Pasien Jangan “Nyasar” Lagi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:41
gempa
Nasional

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:06
ispa
Nasional

Kasus ISPA Naik, DPR RI Minta Pelindungan Kelompok Rentan Diperkuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:04
budha
Nasional

Delegasi 36 Provinsi Hadir, Permabudhi: Munas Perkuat Persatuan Umat Buddha

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:30
karhutla
Nasional

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:02
abdul
Nasional

Dampak Kahurtla, Kemendikdasmen Terbitkan SE Protokol Pembelajaran Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:11

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.