• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Petani Lampung Produksi Porang Chips untuk Ekspor

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 15 September 2021 - 16:15
in Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah petani di Lampung mulai memproduksi umbi porang menjadi chips kering untuk memenuhi kebutuhan ekspor akan komoditas potensial tersebut.

“Disaat ini penanaman umbi porang oleh petani memang semakin menggeliat karena prospek komoditas tersebut sebagai komoditas unggulan cukup bagus,” ucap salah seorang petani porang di Lampung, Joniyansah saat dihubungi Antara dari Bandarlampung, Rabu (15/9/2021).

BacaJuga:

Bea Cukai Dukung Ekspor Koper dari Jepara melalui Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Geopolitik Global Makin Tak Pasti, PLN Tegaskan Peran Strategis LNG bagi Ketahanan Energi Indonesia

BTN Kembali Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Menteri PKP Beri Apresiasi di Hadapan Presiden

Dia menjelaskan untuk umbi porang milik petani di Lampung sudah mulai diolah menjadi chips untuk menambah nilai jual produk serta memenuhi permintaan ekspor pabrik yang berada di Pulau Jawa.

“Kita tidak menjual bentuk umbi basah tetapi yang sudah berbentuk chips, karena harga jauh lebih mahal. Untuk pengiriman biasa ke pabrik yang ada di Jawa karena di Lampung belum ada pabrik pengolahan chips porang. Sekali kirim chips porang bisa mencapai 4 ton,” tuturnya.

Menurutnya, pengolahan umbi porang menjadi chips itu dilakukan dengan menjalin kemitraan bersama koperasi, sehingga penyerapan panen porang di Tanggamus dan sekitarnya bisa tercapai.

“Kalau untuk petani yang produksi chips dengan metode oven hanya ada 11 orang dan tersebar di beberapa kabupaten. Pada umumnya memang petani mengolah chips porang yang dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari,” ucapnya.

Ia memaparkan dalam proses produksi chips porang perbandingannya beragam tergantung masa panen, ada yang 5 ton umbi basah bisa jadi satu ton chips, ada juga yang 3-4 ton umbi basah jadi satu ton saja chips kering.

“Saat pengelolaan umbi porang milik petani menjadi chips kering oven ini hasilnya beragam tergantung kadar air serta jumlah panen. Namun yang pasti bisa membantu menyediakan lapangan pekerjaan untuk warga sekitar, disini saja yang bekerja dari pengolahan umbi basah, mencuci, merajang sampai oven bisa dikerjakan 14 warga,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Supriyanto salah seorang pengurus koperasi produksi berbasis porang di Bandarlampung.

“Untuk petani binaan koperasi yang mengelola umbi porang basah menjadi chips tersebar di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, serta Pesawaran rata-rata menggunakan metode oven sehingga hasilnya lebih kering,” ucap Supriyanto.

Menurutnya, walaupun dalam skala rumahan produksi chips porang oven itu dapat memproduksi 1,5 ton sampai 2 ton sekali produksi dengan melibatkan ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi.

“Pengolahan ini mampu menyerap tenaga kerja juga, serta untuk harga chips porang hasil penjemuran alami matahari di pasaran saat ini dijual dengan harga Rp45 ribu per kg, sedangkan chips porang oven dijual dengan harga Rp60 ribu per kg,” ucapnya.

Ia melanjutkan hasil produksi chips porang tersebut biasanya akan di kirimkan ke Pulau Jawa untuk pemenuhan permintaan pabrik yang siap melakukan ekspor ke China, Jepang serta Eropa.

“Belum ada yang langsung ekspor dari Lampung, harapannya bisa langsung ekspor melalui Pelabuhan Panjang karena biaya akomodasi ke Jawa cukup mahal, belum lagi petani binaan kita harus mengalokasikan pembiayaan untuk membeli bibit,” tuturnya lagi.

Ia mengharapkan dengan adanya pengelolaan umbi porang menjadi chips di Lampung yang mulai bergeliat, pemerintah dapat memfasilitasi ekspor porang chips di Lampung untuk diekspor secara langsung ke negara tujuan. (mg2)

Tags: eksporpetani lampungPorangPorang Chips

Berita Terkait.

BC-Jateng
Ekonomi

Bea Cukai Dukung Ekspor Koper dari Jepara melalui Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:06
WNTS
Ekonomi

Geopolitik Global Makin Tak Pasti, PLN Tegaskan Peran Strategis LNG bagi Ketahanan Energi Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:25
Nixon
Ekonomi

BTN Kembali Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Menteri PKP Beri Apresiasi di Hadapan Presiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:24
phi
Ekonomi

PHI Bukukan Produksi 621 MMSCFD Gas dan 59,3 Ribu Barel Minyak per Hari pada Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26
jfk
Ekonomi

Bukan Sekadar Jual Beli, Bursa Jadi Penentu Harga Komoditas Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:13
Penghargaan
Ekonomi

Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:23

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2108 shares
    Share 843 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1216 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1138 shares
    Share 455 Tweet 285
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.