• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Simon Sirene Sau Picu Semangat Milenial Tani Papua

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 September 2021 - 23:00
in Nasional
Simon Sirene Sau (kiri) bersama mahasiswi Polbangtan Manokwari di Papua Barat. Foto: BPPSDMP

Simon Sirene Sau (kiri) bersama mahasiswi Polbangtan Manokwari di Papua Barat. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Generasi tani milenial menjadi harapan bagi masa depan pertanian. Kementerian Pertanian RI menyadari peranannya yang lekat dengan teknologi informasi bagi pertanian maju, mandiri, dan modern. Semangat itu tampak pada Simon Sirene Sau, petani muda yang diharapkan menjadi contoh generasi milenial.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa pertanian tidak lagi seperti dahulu. “Petani itu keren, Petani itu hebat. Tidak ada lagi petani miskin,” ujarnya.

BacaJuga:

Kekeringan Mengintai, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Lewati Puncak El Nino

Pemerintah Dorong Ekspansi Produk Ekraf Indonesia Tembus Pasar Afrika

Pandji Pragiwaksono Soroti Sistem Politik Indonesia: Jangan Berpikir Ganti Presiden Semua Beres

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengakui pentingnya kehadiran petani milenial untuk menopang kedaulatan pangan, dengan mengungkit produktivitas pertanian.

Simon Sirene Sau, petani muda di Merauke, Papua layak menjadi panutan generasi milenial. Orangtuanya asal Flores yang merantau ke Merauke, saat dia berusia empat tahun.

Sebagai anak petani miskin, Simon kecil yang kerap menghuni pondok di tengah sawah menemani bapaknya bekerja, kini menjadi pemicu semangat generasi tani milenial Papua.

Simon hari ini adalah Kepala Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanah Miring Merauke.

Menurutnya, pendidikan vokasi menjadi ‘gerbang’ lahirnya petani milenial, seperti halnya SMKN 1 Tanah Miring Merauke, satu dari tujuh SMKN di Papua. Capaian prestasi di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional berkat jiwa militansi untuk memajukan pertanian.

Perjuangan Simon bagi pertanian berlangsung sejak kecil. Pulang sekolah ia kerap ke sawah, karena keluarganya selalu di sana untuk menggarap padi, umbi-umbian dan palawija.

Cita-cita meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat pertanian, mendorong Simon bersekolah di SMKN I Tanah Miring Merauke, satu-satunya sekolah pertanian di Merauke. Dia pun melanjutkan ke Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Kampung Harapan, Jayapura atas dukungan dari Bupati Merauke.

Fokus belajar dan praktik, membuat Simon meraih prestasi di SPMA sehingga berpeluang kuliah di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Manokwari, Papua Barat sebagai angkatan kedua.

Kuliah di STPP Manokwari berbekal beasiswa dari Kementerian Pertanian (Kementan), dia tetap berupaya mandiri dengan mengumpulkan kaleng bekas untuk dijadikan pot bunga. Dia pun membuat humus dan bokasi secara mandiri untuk menanam bunga. “Orang pikir saya pemungut sampah di Manokwari,” ujarnya.

Saat wisuda, Anggota DPR dan Muspida yang hadir tertarik membeli bunga-bunga dalam pot karya Simon. Bukan uang yang dipinta, gantinya adalah seperangkat komputer bekas.

Pada 2007 Simon kembali ke Merauke, menjadi guru honor, juga penyuluh pertanian. Simon pun mendukung Program Kementan khususnya pembinaan kelompok tani.

Pada 2007, SMKN 1 Tanah Miring, Merauke mendapat Program SMK Berbasis Industri disusul Program Tecnopark yang berbasis kewirausahaan dan pengembangan inkubasi bisnis, sehingga dilirik pasar Korea Selatan. Produk unggulannya antara lain kripik pisang rasa nangka, VCO, abon rusa, albumin ikan gastor, teh sarang semut, dan lain sebagainya. Siswa pun dirangsang menjadi tenant bermodal Rp1 juta untuk menyemangati milenial.

Menanggapi keberhasilan Simon, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah mengakui saat ini, eranya bekerja extraordinary, secara luar biasa.

“Untuk mendukung kerja extraordinary, kita butuh anak-anak muda, generasi milenial. Mengapa mereka? Karena anak muda punya power besar berinovasi. Rangkul dan jadikan mereka generasi penerus pertanian,” katanya. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

Kekeringan Mengintai, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Lewati Puncak El Nino
Nasional

Kekeringan Mengintai, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Lewati Puncak El Nino

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22
Pemerintah Dorong Ekspansi Produk Ekraf Indonesia Tembus Pasar Afrika
Nasional

Pemerintah Dorong Ekspansi Produk Ekraf Indonesia Tembus Pasar Afrika

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:02
Panji
Nasional

Pandji Pragiwaksono Soroti Sistem Politik Indonesia: Jangan Berpikir Ganti Presiden Semua Beres

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:24
Airlangga Tegaskan Riset Jadi Senjata Utama Sawit Indonesia Tembus Industri Masa Depan
Nasional

Airlangga Tegaskan Riset Jadi Senjata Utama Sawit Indonesia Tembus Industri Masa Depan

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:04
Brian
Nasional

Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Lahirnya Industri Kreatif Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:43
IPDN
Nasional

Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3189 shares
    Share 1276 Tweet 797
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2791 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.