INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka kembali operasi pencarian terhadap kru kapal dan lima jurnalis yang masih hilang di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026.
“Kita minta Basarnas untuk melakukan pencarian kembali sampai bukan hanya yang pewarta, termasuk juga yang kru,” kata Cucun di Jakarta dikutip Jumat (25/9/2026).
Ia menyadari operasi pencarian lima jurnalis dan kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama 10 hari. Meski demikian, dorongan untuk melanjutkan upaya pencarian tersebut merupakan bentuk kepedulian.
“Bahwa ini kan tentang kedukaan keluarga. Kita berharap DPR ada skema, walaupun misalkan mereka sudah punya SOP pencarian itu ada batasan hari, ini tentang kemanusiaan,” ucap Cucun.
Seorang awak kapal bernama Sukarman (60) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Bengkulu. Ia berharap seluruh penumpang Speedboat Arupadatu 1 lainnya juga bisa segera ditemukan.
“Kita berharap semua jasadnya, kalaupun memang misalkan sudah ada temuan kemarin itu awak kapalnya, ya tinggal nanti yang pewarta-pewartanya semoga kita bisa ditemukan,” imbuh politikus PKB itu.
Jasad ABK, Surakman (60) ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu pada 12 September 2026. Ia dipastikan merupakan salah satu korban hilang kontak Speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.
Korban ditemukan oleh nelayan di wilayah Pulau Enggano. Kepastian identitas korban diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Tim DVI Polda Bengkulu.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dapat diidentifikasi sebagai Surakman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan, bahwa proses pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur SAR yang terlibat.
“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 18 September 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemantauan. Namun sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” ujar Al Amrad terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Saat ini, tersisa tujuh orang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; ABK Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. (dan)















