• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Vaksin ‘Menghilang’ di Dataran Tinggi Bolivia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 30 Juli 2021 - 04:33
in Internasional
Warga suku asli di kota perbatasan Villazon, Bolivia. (9/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Ueslei Marcelino/AWW/djo

Warga suku asli di kota perbatasan Villazon, Bolivia. (9/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Ueslei Marcelino/AWW/djo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di dataran tinggi Uru Chipaya, Bolivia, Fausto Lopez menggunakan busana terbaiknya. Ia senang sebab akhirnya akan disuntik vaksin Covid-19.

Lopez serta istrinya, Petronila Mollo, pergi ke alun-alun kota, di mana kegiatan vaksinasi massal dilaksanakan setelah pemerintah menyatakan akan mengirim vaksin Janssen dosis tunggal buatan Johnson & Johnson ke komunitas penduduk asli yang terpencil.

BacaJuga:

Kemenkop Bersama Koperasi Kita Miraino Hikari Lepas Pekerja Migran ke Jepang Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Banyak media diundang untuk meliput kabar baik itu.

Tetapi, kegiatan itu tidak berlangsung sesuai rencana. Vaksin yang ditunggu tidak kunjung datang.

Walaupun membawa poster “Saya sudah divaksin Covid-19”, sebagian besar orang di sana tetap belum divaksin. Hanya sedikit sukarelawan saja yang disuntik, itu pun menggunakan vaksin China yang sebelumnya sudah ada di kota itu.

Lopez tidak bisa menutupi kekecewaannya.

“Pada saat vaksin akan datang banyak orang sedikit gugup, namun setelah itu vaksinnya hilang serta banyak orang tidak jadi divaksin, itulah yang terjadi,” tutur Lopez.

Jauh dari kota-kota besar Uru Chipaya sekitar 8 jam berkendara dari La Paz masyarakat asli Amerika Latin itu seringkali tertinggal dalam program vaksinasi yang buruk di wilayah itu.

Di kawasan barat yang bergunung- gunung, kaum lelaki bertani serta memelihara ikan, dan kalangan perempuannya ahli merajut wol dari bulu domba untuk dijadikan kerajinan yang dapat dijual.

Lokasi yang sangat terasing sudah memelihara cara hidup mereka. Tetapi selama pandemi virus corona, kondisi itu membuat mereka terhalang untuk memperoleh vaksin, yang perlu disimpan secara hati-hati serta diberikan dalam 2 dosis dalam rentang waktu yang berjarak.

Pemerintah sosialis Bolivia sejauh ini sudah memberikan lebih dari 3,1 juta dosis vaksin, cukup untuk 13,5 persen populasinya dengan asumsi tiap orang memerlukan 2 dosis.

Akan tetapi, meski beberapa masyarakat adat yang sulit dijangkau sudah mulai divaksin, pemimpin mereka, termasuk anggota legislatif Cecilia Moyoviri serta aktivis setempat Alex Villca, sudah mengkritik kurangnya vaksin untuk komunitas-komunitas itu.

“Ada ketidakadilan dalam distribusi vaksin,” tutur Toribia Lero, kepala komite penduduk asli di majelis rendah deputi Bolivia.

“Masih belum ada informasi mengenai bagaimana vaksin didistribusikan ke komunitas adat. Dalam banyak kesempatan, kementerian pergi ke suatu kota atau bertemu para pemimpin hanya untuk berfoto.”

Osman Calvimontes Subieta dari Kementerian Kesehatan menolak berkomentar mengapa vaksin yang dijanjikan tidak datang ke Uru Chipaya.

Akibat penundaan pengiriman vaksin Sputnik V dari Rusia, pemerintah sudah beralih ke vaksin Sinopharm serta menerima vaksin Janssen melalui mekanisme COVAX. Mereka berjanji untuk mengirimkannya ke daerah- daerah pedesaan.

Lero mengatakan para legislator akan menyelidiki apa yang terjadi di Uru Chipaya.

“Kita akan melakukan penyelidikan mengenai hal itu karena masyarakat asli tidak boleh lagi terkena risiko.” (mg2)

Tags: BoliviavaksinVaksin Covid-19

Berita Terkait.

menkop
Internasional

Kemenkop Bersama Koperasi Kita Miraino Hikari Lepas Pekerja Migran ke Jepang Internasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:52
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2097 shares
    Share 839 Tweet 524
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1983 shares
    Share 793 Tweet 496
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1403 shares
    Share 561 Tweet 351
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.