INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas mengatakan, kegiatan halal bihalal (Halbil) adalah tradisi muslim Indonesia. Hari Raya Idulfitri dan halbil, menurutnya, adalah satu kesatuan.
“Spririt halbil adalah silaturahmi dan saling memaafkan,” ujar Yaqut Cholil Quomas saat acara halal bihalal daring dengan keluarga besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (19/5/2021).
Menurut Yaqut, spirit Idulfitri bisa diletakkan dalam konteks kebangsaan yang lebih luas. Apalagi Idulfitri menumbuh kembangkan nilai-nilai persatuan, kekeluargaan dan gotong royong. Kembali ke tata sosial yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
“Idulfitri jadi pengingat, meskipun kita dalam keragaman. Implementasikan spirit Idulfitri tidak mudah, agar nilai-nilai tersebut tertanam dalam hati dan akhlak anak bangsa,” katanya.
Ia menuturkan, salah satu hadirnya pendidikan adalah menghadirkan semangat harmoni dalam keragaman bangsa. Pasalnya, akademisi adalah elemen penting dalam tegaknya harmoni kebangsaan.
“Mahasiswa adalah pewaris masa depan yang akan menentukan arah bangsa nanti. Mereka harus dibekali wawasan kebangsaan. Agar jadi kader yang siap, karena tantangan kedepan semakin berat dan kompleks,” ungkapnya.
Rektor UNJ Prof Komarudin mengatakan, kondisi pandemi saat ini janganlah sampai mendistorsikan jalinan keintiman sebagai manusia. Justru sebaliknya, harus mampu mendorong masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam merajut komunikasi, interaksi dan kokohkan ikatan sosial/ kebersamaan sebagai anak bangsa
“Kita sudah kali kedua melakukan kegiatan halbil di masa pandemi ini,” katanya.
Dia berharap, acara halbil bisa menjadi momentum untuk merajut silaturrahmi, kebersamaan, dan perekat bangsa. Agar lebih meningkatkan sinergitas menuju era kebangkitan UNJ sebagai kampus yang unggul dan bereputasi secara nasional dan internasional. (nas)










