• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Blind Spot Pertahanan Udara di Indonesia Timur Jadi Sorotan, DPR Ingatkan Ancaman Drone dan Pesawat Asing

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:02
in Nasional
Syamsu-Rizal

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Jumat (12/6/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Septamares/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi I DPR RI menyoroti masih adanya celah pengawasan atau blind spot dalam sistem pertahanan udara nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pesawat asing maupun ancaman udara lainnya untuk memasuki wilayah Indonesia tanpa terdeteksi secara optimal.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan udara harus menjadi prioritas mengingat posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas. Menurutnya, setiap celah dalam sistem deteksi dapat menjadi risiko bagi kedaulatan negara.

BacaJuga:

Soroti Kesejahteraan Pilot Tempur TNI AU, Komisi I DPR: Tugas Berat Tak Sejalan dengan Tunjangan

Skandal Badal Haji hingga Pembayaran Dam Terungkap, DPR Desak Evaluasi Total Penyelenggaraan Haji 2026

Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya Terkait Permohonan JC Kasus MBG

“Kita tidak ingin lagi ada blind spot yang membuat bisa terjadi intersepsi oleh pihak asing atau pesawat lain yang tidak terdeteksi,” ujar Syamsu saat Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI di Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, Komando Operasi Udara II Makassar memiliki tanggung jawab mengawasi sekitar sepertiga wilayah udara Indonesia. Dengan cakupan yang sangat luas tersebut, diperlukan dukungan teknologi yang lebih modern guna memastikan seluruh ruang udara nasional dapat terpantau secara maksimal.

Menurut Syamsu, sistem pengawasan yang ada saat ini perlu terus ditingkatkan dan tidak hanya bergantung pada Ground Control Interception (GCI). Indonesia perlu mempertimbangkan penguatan kemampuan deteksi dini melalui teknologi yang mampu memantau aktivitas udara dalam jangkauan lebih luas dan respons lebih cepat.

“Bukan hanya sekadar GCI, tetapi juga perlu mempertimbangkan teknologi seperti Airborne Warning and Control System (AWACS) atau sistem peringatan dini udara lainnya agar pengawasan wilayah Indonesia Timur semakin kuat dan mampu mendukung pertahanan nasional secara menyeluruh,” katanya.

Selain ancaman pesawat asing, Syamsu juga mengingatkan meningkatnya penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak alias drone yang dapat menimbulkan tantangan baru bagi sistem pertahanan udara. Oleh karena itu, kemampuan deteksi dan respons terhadap berbagai objek udara harus terus diperkuat seiring perkembangan teknologi.

Politisi PKB ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk mencegah berbagai potensi gangguan terhadap kedaulatan wilayah udara Indonesia.

“Kita tentu tidak menginginkan ancaman itu terjadi. Namun negara harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan dengan memperkuat sistem pengawasan dan pertahanan udara yang dimiliki,” tegasnya.(dil)

Tags: DPR RIKomisi ITNI AU

Berita Terkait.

Pilot
Nasional

Soroti Kesejahteraan Pilot Tempur TNI AU, Komisi I DPR: Tugas Berat Tak Sejalan dengan Tunjangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:11
Timwas-haji
Nasional

Skandal Badal Haji hingga Pembayaran Dam Terungkap, DPR Desak Evaluasi Total Penyelenggaraan Haji 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30
Sony-S
Nasional

Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya Terkait Permohonan JC Kasus MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:10
Menpar
Nasional

Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata dalam Pertemuan Tingkat Menteri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:08
Fifi-Aleyda-Yahya
Nasional

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:26
Workshop
Nasional

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:25

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1504 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.