INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, bahwa ketahanan air merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menyejajarkan posisi air dengan pangan dan energi.
“Artinya, kita harus memastikan bahwa suplai air bersih ini mencukupi berbagai kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” kata AHY dalam Indo Water 2026 Expo & Forumd di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar dengan populasi mencapai 280 juta jiwa. Namun, jika ditelaah berdasarkan pemetaan wilayah, terdapat ketimpangan terkait ketersediaan air bersih.
“Ada daerah-daerah yang sebetulnya besar jumlah airnya, tetapi penduduknya sebetulnya kecil. Sebaliknya, Jawa misalnya, 50 sekian persen penduduk Indonesia hidup di Jawa. Tetapi ketersediaan airnya itu terbatas. Dan kita harus memitigasi dengan berbagai solusi, berbagai kebijakan,” ujar AHY.
Pemerintah juga ingin memastikan bendungan-bendungan kita terus mampu menyuplai air bersih. Bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, melainkan juga untuk memastikan jaringan irigasi terus mengaliri sawah-sawah di Indonesia.
“Karena dengan itu kita bisa memastikan produktivitas pertanian kita tetap terjaga dalam kondisi yang baik, menjamin tidak akan terjadi kekeringan ataupun gagal panen,” jelas mantan Menteri ATR/BPN itu.
Di samping itu, ia mengimbau agar semua pihak tetap waspada dan terus mengawal kondisi ketika musim kemarau bertepatan dengan fenomena El Nino.
“Jika (El Nino) berkepanjangan, maka akan berdampak pada ketersediaan air bersih, termasuk di sejumlah wilayah yang rentan kekeringan,” tutur AHY.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perencanaan jangka menengah dan panjang sebenarnya sudah diakomodasi dalam RPJMN serta RPJPN menuju 2029 dan 2045.
“Target-target yang ingin kita capai untuk memastikan rumah tangga kita, rumah-rumah tangga kita itu terhubung dengan pipa air bersih, ya. Kemudian sektor pertanian juga tidak terlalu terdampak kendati pemanasan global dan krisis iklim terus terjadi,” imbuhnya. (dan)




















