• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

TTI Petakan 10 Celah Potensi Korupsi MBG, dari Mark Up hingga Porsi Fiktif

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 10 Agustus 2026 - 22:21
in Nasional
Ilustrasi siswa tengah menyantap makan bergizi gratis. Foto: Dok INDOPOSCO

Ilustrasi siswa tengah menyantap makan bergizi gratis. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Transparansi Tender Indonesia (TTI) memetakan sedikitnya 10 titik rawan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari penunjukan mitra dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengondisian pemasok, mark up harga bahan pangan, hingga manipulasi jumlah porsi penerima manfaat.

Koordinator TTI Nasruddin Bahar mengatakan, skala MBG yang besar membuat pengawasan publik harus diperkuat. Transaksi bahan pangan yang berlangsung setiap hari, banyaknya SPPG, mitra, yayasan, dan pemasok dinilai menciptakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi celah penyimpangan apabila sistem transparansi dan pengendalian lemah.

BacaJuga:

Danantara Kebut Streamlining BUMN, 800-an Perusahaan Bakal Dipangkas hingga Akhir 2026

DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan di Sumbarriau-Kepri

Ia menegaskan, pemetaan tersebut bukan tuduhan bahwa seluruh SPPG maupun pelaksana MBG melakukan korupsi. Namun, pola-pola yang ditemukan merupakan red flag yang perlu diawasi sejak awal, terutama karena program tersebut melibatkan aliran uang negara secara rutin dan rantai pasok yang panjang.

“Pertanyaannya bukan sekadar apakah makanan sampai kepada anak-anak. Publik juga perlu mengetahui siapa mengelola SPPG, siapa pemasoknya, berapa harga bahan pangan yang dibeli, berapa jumlah porsi yang dibayar dan berapa jumlah penerima yang benar-benar menerima makanan,” ujar Nasruddin dalam keterangan, Senin (10/8/2026).

Dia menyebut, potensi kerawanan dalam MBG sebenarnya telah menjadi perhatian lembaga antirasuah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Maret 2025 telah mengingatkan adanya potensi fraud dalam penyelenggaraan MBG serta pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

TTI kemudian memetakan 10 titik rawan yang perlu mendapat pengawasan.

Pertama, proses penetapan mitra, yayasan, dan pengelola SPPG. Menurut TTI, pengelolaan SPPG memiliki nilai ekonomi karena unit tersebut menjalankan pelayanan makanan secara rutin. Karena itu, mekanisme penetapan mitra harus dapat ditelusuri untuk mencegah konflik kepentingan, titipan, maupun penguasaan oleh kelompok tertentu.

Kedua, pengondisian pemasok bahan pangan. Kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, minyak, dan bahan lainnya dalam jumlah besar dan berulang dinilai membuka potensi munculnya pemasok tertentu yang memperoleh transaksi secara terus-menerus.

Badan Gizi Nasional (BGN) pada Januari 2026 menyatakan sekitar 61.857 supplier telah terlibat dalam program MBG. TTI meminta data tersebut dibuka sehingga publik dapat melihat pelaku usaha yang paling dominan sekaligus menelusuri kemungkinan hubungan afiliasi dengan pengelola SPPG.

Ketiga, mark up harga bahan pangan. TTI menilai titik ini penting karena transaksi dilakukan dalam volume besar dan berulang. Nasruddin mengatakan, selisih harga yang terlihat kecil dapat menjadi nilai besar apabila dikalikan ribuan porsi setiap hari dan berlangsung selama berbulan-bulan.

“Kalau selisih harga hanya Rp500 atau Rp1.000 per porsi mungkin terlihat kecil. Tetapi kalau dikalikan ribuan porsi setiap hari, ratusan SPPG dan berlangsung berbulan-bulan, nilainya bisa menjadi sangat besar,” katanya.

TTI pun mendorong adanya sistem pembanding harga bahan pangan berdasarkan harga pasar di masing-masing daerah.

Keempat, pengurangan kualitas atau volume makanan. Menurutnya, penyimpangan tidak selalu dilakukan dengan mengambil uang secara langsung. Anggaran bisa saja dibayarkan berdasarkan standar menu tertentu, tetapi kualitas bahan atau porsi yang diterima penerima manfaat lebih rendah.

Kelima, manipulasi jumlah penerima manfaat. TTI mencontohkan sebuah SPPG dapat melaporkan dan menerima pembayaran untuk 3.000 penerima, sementara jumlah aktual penerima pada hari tertentu hanya 2.700 orang.

“Manipulasi jumlah penerima manfaat. Kami mencontohkan, sebuah SPPG dapat melaporkan dan menerima pembayaran untuk 3.000 penerima, sementara jumlah aktual penerima pada hari tertentu hanya 2.700 orang,” ungkapnya.

Karena itu, masih ujar dia, diperlukan mekanisme rekonsiliasi yang jelas. BPKP dalam evaluasi MBG pada 2026 juga melakukan verifikasi langsung ke sekolah untuk memastikan ketepatan jumlah penerima manfaat, akuntabilitas penggunaan dana, serta kelayakan sarana SPPG.

Keenam, porsi fiktif atau distribusi yang tidak sesuai laporan. TTI meminta setiap pembayaran dapat ditelusuri melalui empat data utama, yakni jumlah porsi yang diproduksi, jumlah porsi dikirim, jumlah porsi diterima, dan jumlah pembayaran.

Ketujuh, konflik kepentingan antara mitra, SPPG, dan supplier. TTI mengingatkan adanya kemungkinan hubungan kepemilikan, keluarga, atau afiliasi bisnis antara perusahaan pemasok dan pihak pengelola SPPG.

Kedelapan, pengadaan pembangunan dan perlengkapan dapur. Ia meminta pengawasan tidak hanya difokuskan pada makanan, tetapi juga pembangunan SPPG, penyewaan bangunan, kendaraan distribusi, ompreng, freezer, kompor, dan peralatan dapur lainnya.

Kesembilan, manipulasi dokumen pertanggungjawaban. Nota pembelian, invoice pemasok, jumlah kilogram bahan, harga satuan, dan stok harus dicocokkan dengan transaksi keuangan serta kondisi fisik.

“Nota pembelian, invoice pemasok, jumlah kilogram bahan, harga satuan, dan stok harus dicocokkan dengan transaksi keuangan serta kondisi fisik,” katanya.

Kesepuluh, lemahnya akses pengawasan publik. Ia menilai masyarakat akan kesulitan melakukan pengawasan apabila informasi mengenai operasional SPPG tidak tersedia secara terbuka.

“Kami mendorong BGN membangun Dashboard Transparansi MBG Nasional yang memuat nama dan alamat SPPG, pengelola atau mitra, jumlah penerima, nilai dana, nama supplier, komoditas, volume, harga satuan, jumlah porsi, hingga realisasi pembayaran,” ujarnya.

“Program MBG mempunyai tujuan yang sangat baik karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Justru karena tujuan sosialnya besar dan uang publik yang digunakan juga besar, transparansinya harus lebih kuat,” imbuhnya. (nas)

Tags: BGNMakan Bergizi GratisPengawasan AnggaranTransparansi

Berita Terkait.

danantara
Nasional

Danantara Kebut Streamlining BUMN, 800-an Perusahaan Bakal Dipangkas hingga Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:06
dpd
Nasional

DPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan Perkuat Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:25
bpjs
Nasional

BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan di Sumbarriau-Kepri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:19
jmsi
Nasional

UKW JMSI, Wartawan Didorong Tak Terjebak “Jebakan Optik Algoritma”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05
UMK Binaan Pertamina Dibekali Strategi Menangkan Buyer Global
Nasional

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Icon Plus Dorong Semangat Gotong Royong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:51
Pemulihan UMKM di Pulau Terluar, Pemerintah Perkuat Ketangguhan Wirausaha Siberut
Nasional

Hilirisasi Nikel Pacu Ekonomi Sulawesi, Pengamat Ingatkan Pentingnya Keberlanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:37

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.