INDOPOSCO.ID – Danantara menyiapkan perombakan besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari jumlah yang saat ini masih mencapai lebih dari 1.000 perusahaan, jumlah BUMN yang dikelola ditargetkan menyusut menjadi hanya sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.
Target tersebut disampaikan COO Danantara Dony Oskaria dalam acara Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara yang digelar IKA FIKOM UNPAD di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurut Dony, proses penyederhanaan atau streamlining BUMN telah memasuki tahap yang lebih konkret. Pemerintah bersama Danantara telah menentukan langkah terhadap berbagai entitas BUMN yang dinilai perlu ditata ulang.
“Nah, ini sudah selesai kita tentukan sehingga harapannya ini selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan yang kita kelola,” ujar Dony.
Pengurangan jumlah perusahaan tersebut bukan semata-mata dilakukan dengan menghapus entitas. Dony menjelaskan, Danantara menempuh sejumlah skema, mulai dari penutupan perusahaan, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi.
Dengan demikian, nasib masing-masing BUMN akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengelolaannya.
“Bentuk restrukturisasi itu berbagai macam. Ada yang bentuknya equity, ada juga kita inbreng aset, tapi itu juga ujungnya ke equity ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya,” terangnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi pengelolaan BUMN agar struktur perusahaan negara tidak terlalu gemuk dan pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih terarah.
Sinyal mengenai besarnya pengurangan jumlah entitas BUMN sebenarnya telah disampaikan Dony sebelumnya. Dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden pada awal Agustus 2026, ia mengungkapkan sebanyak 274 entitas BUMN telah dipangkas.
Pemangkasan itu merupakan bagian dari program streamlining yang terus dijalankan pemerintah. Dony saat itu menyebut proses transformasi BUMN masih berjalan dan diarahkan untuk membuat pengelolaan perusahaan negara lebih ramping, efektif, dan efisien.
Kini, dengan target sekitar 200 perusahaan pada penghujung tahun, proses tersebut memasuki babak lanjutan. Ribuan entitas BUMN yang sebelumnya tersebar dalam berbagai bentuk usaha akan disederhanakan melalui kombinasi konsolidasi, divestasi, penutupan, dan restrukturisasi. (her)















