INDOPOSCO.ID – Dari jaringan sekolah dan rumah sakit di penjuru negeri hingga unit usaha berbasis warga, ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terus bergerak aktif membuktikan perannya sebagai mesin penggerak roda ekonomi nasional.
Menurut Anggota Komisi XI DPR Ahmad Najib Qodratullah, kontribusi tersebut tercermin dari besarnya jumlah AUM yang tersebar di berbagai daerah.
“Berdasarkan AUM, hari ini ada 171 perguruan tinggi, ada 7.000 sekolah dan madrasah, ada 1,1 juta siswa. Bayangkan 1,1 juta siswa,” kata Ahmad Najib, dalam reses bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Bandung di Bandung dikutip Selasa (11/8/2026).
Ia menilai, keberadaan ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah turut meringankan beban pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.
Selain itu, Muhammadiyah telah memiliki berbagai fasilitas kesehatan, dari klinik hingga rumah sakit, yang ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau pemerintah harus membangun fasilitas kesehatan, baik itu klinik sampai rumah sakit, kalau tidak ada Muhammadiyah harus berapa banyak yang dibangun?,” ujar Ahmad Najib.
Organisasi keagamaan itu juga membangun aktivitas ekonomi yang secara langsung berkaitan dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Seperti UMKM, koperasi, pembiayaan syariah hingga investasi telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Muhammadiyah.
“Bayangkan kalau itu tidak dilakukan oleh Muhammadiyah. Jadi kader Muhammadiyah harus bangga karena bukan saja bermain di level kabupaten, tetapi sudah dalam kancah nasional,” jelas Sekretaris Fraksi PAN itu.
Ia menambahkan, berbagai sektor yang telah dibangun Muhammadiyah terhubung dengan pasar, UMKM, pembiayaan syariah, produksi, investasi hingga penciptaan lapangan kerja.
“Di sini ada AUM, di dalamnya ada pendidikan, kesehatan, sosial dan seterusnya yang kemudian nanti kita kapitalisasi. Di sini juga ada pasar layanan yang melayani jutaan masyarakat,” imbuhnya. (dan)




















