INDOPOSCO.ID – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyusul temuan Ombudsman terkait dugaan fasilitas mewah di lapas tersebut.
“Kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenimipas Rudi Setiawan di Lapas Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Adapun lima pejabat itu melingkupi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban hingga pejabat yang membidangi urusan barang milik negara.
“Saya sampaikan, yang pertama adalah kami menonaktifkan Kalapas, kedua KPLP, Kasi Binadik, Kasi Kamtib dan yang terakhir adalah Kepala Urusan Umum yang membidangi barang-barang milik negara, fasilitas-fasilitas ini beliaulah yang mengurus,” ujar Rudi Setiawan.
Ia menjelaskan, pembebasan tugas terhadap lima pejabat struktural itu bertujuan untuk melakukan pemeriksaan menyusul temuan dugaan fasilitas bak apartemen di Lapas Cibinong.
“Akan kami lakukan pemeriksaan, bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan. Saya dan tim mengakomodir semua yang ditemukan oleh Ombudsman RI,” jelas Rudi Setiawan.
Berdasarkan pengamatan Ombudsman pada Rabu (23/9/2026), di area Lapas Kelas IIA Cibinong itu terdapat lebih dari 10 rumah serta beberapa mobil mewah yang terparkir. Ketika tim Ombudsman berhasil masuk ke dalam salah satu rumah, ditemukan fasilitas layaknya apartemen.
Rungan itu terdiri dari ruang tamu, satu kamar, TV, kulkas dan fasilitas lainnya. Ombudsman RI juga menemukan adanya fasilitas fitnes lengkap, hingga pembangunan simulator golf yang sedang berlangsung.
Anggota Ombudsman Syafrida R. Rasahan mengungkapkan, bahwa sidak tersebut menemukan sejumlah temuan krusial terkait kegagalan pelayanan standar dan kerentanan keamanan di Lapas Cibinong.
”Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah kluster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan,” ungkap Syafrida R. Rasahan terpisah di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (dan)















