INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan sejak usia dini. Untuk itu, Kemendikdasmen menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyediakan bahan ajar literasi keuangan secara gratis melalui platform Rumah Pendidikan.
“Buku tentang literasi keuangan syariah yang disusun oleh OJK menjadi bagian dari materi yang dapat diakses oleh para murid, para guru, dan seluruh masyarakat secara gratis,” kata Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (26/9/2026).
Menurut dia, penguatan literasi keuangan diharapkan tidak sekadar meningkatkan pemahaman murid. Lebih jauh, pendidikan tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas, inklusi, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat dengan ekonomi syariah sebagai salah satu pilarnya.
Pada platform Rumah Pendidikan, menurutnya, bahan ajar literasi keuangan tersedia dalam bentuk perangkat ajar di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Sejumlah materi telah melalui kurasi Kemendikdasmen dan dikembangkan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran bersama OJK.
Materi tersebut di antaranya “Mengelola Keuangan Pribadi”, “Manajemen Keuangan Kegiatan Kepanitiaan”, “Lembaga Keuangan”, “Barisan dan Deret”, “Perekonomian Digital”, serta “Analisis Data dan Peluang”.
“Bahan ajar ini mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pembelajaran Ekonomi dan Matematika serta kegiatan kokurikuler. Materinya mencakup pengelolaan keuangan pribadi, lembaga keuangan, ekonomi digital, perencanaan finansial, investasi, pinjaman, hingga pengelolaan anggaran,” terangnya.
Mu’ti menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun pemahaman generasi muda. Sementara itu, akses terhadap berbagai fasilitas pendukung perlu dibangun melalui kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk OJK dan Kementerian Koperasi.
“Kalau tugas saya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mendidik anak-anak supaya mengerti. Tapi yang membuka berbagai akses adalah Pak Ferry dan Bapak-bapak di OJK. Inilah yang ingin kita bangun ke depan,” tegasnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyusun strategi besar literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pendidikan formal.
“Tujuannya adalah untuk menyusun sebuah strategi besar bagaimana masyarakat kita sejak usia muda di pendidikan dasar menengah memahami mengenai keuangan syariah,” ujar Dicky.
Dia menambahkan, kerja sama juga mencakup penguatan bahan ajar, kurikulum, serta pelatihan bagi guru. Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin luasnya akses generasi muda terhadap layanan dan produk keuangan digital. (nas)















