INDOPOSCO.ID – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menanggapi serius dugaan pencatutan identitas institusi yang belakangan menjadi perhatian. Kampus Digital Kreatif tersebut tengah melakukan penelusuran fakta untuk memastikan persoalan yang berpotensi mencoreng nama baik dan integritas perguruan tinggi.
Wakil Rektor (Warek) II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna menyatakan, langkah awal yang dilakukan kampus saat ini mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut.
“Penelusuran juga dilakukan terhadap asal-usul atribut UBSI yang digunakan, termasuk mendokumentasikan berbagai bukti yang beredar,” kata Adi dalam keterangan, Jumat (30/10/2026).
Hasil penelusuran tersebut nantinya, menurut Adi, akan dikaji bersama tim hukum dan pihak yayasan. Kajian itu menjadi dasar bagi kampus dalam menentukan langkah selanjutnya terkait dugaan pencatutan identitas institusi.
“Kami tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam penggunaan nama maupun atribut kampus tanpa kewenangan,” katanya.
Selain langkah hukum, masih ujar Adi, kampus juga berencana memperkuat aturan internal mengenai penggunaan jas almamater dan atribut universitas.
Ia mengatakan, salah satu aturan yang menjadi perhatian adalah kewajiban memiliki surat tugas resmi bagi mahasiswa maupun pihak lain yang mengikuti kegiatan eksternal dengan membawa nama UBSI.
“Kebijakan ini penting untuk memastikan setiap kegiatan yang mengatasnamakan institusi memiliki kejelasan dan persetujuan resmi dari pihak kampus,” ungkapnya.
Di sisi lain, lanjut Adi, UBSI akan menyampaikan klarifikasi melalui kanal komunikasi resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak keliru dalam memahami persoalan tersebut.
“Kampus membuka kemungkinan menggunakan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku apabila terdapat pemberitaan yang keliru, khususnya terkait penyebutan individu dalam video yang dikaitkan sebagai mahasiswa UBSI,” ujarnya.
“Kami berharap persoalan dugaan pencatutan identitas institusi ini bisa ditangani secara tepat berdasarkan hasil penelusuran dan bukti yang ada. Sehingga bisa menjaga nama baik integritas perguruan tinggi,” imbuhnya.
Sebelumnya viral di media sosial (Medsos) video seorang wanita yang mengenakan almamater kampusnya dalam acara “Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026” di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Kamis (29/10/2026) kemarin. (nas)


















