INDOPOSCO.ID – Penanganan limbah plastik terus didorong melalui pemanfaatan teknologi inovatif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan kesiapan fasilitas iradiasi nasional untuk mengembangkan aplikasi teknologi berkas elektron atau electron beam (E-Beam).
Kepala Pusat Riset Teknologi Akselerator dan Material Nuklir (PRTABN) Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Abu Khalid Rivai, mengatakan peningkatan kompetensi melalui program fellowship internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fasilitas iradiasi nasional.
Menurutnya, penguatan kemampuan teknis diperlukan agar fasilitas iradiasi tersebut dapat beroperasi secara andal dan memenuhi persyaratan mutu. Salah satunya melalui pembelajaran dan pengalaman langsung di International Centre for Training and Research (INCT) di Warsawa, Polandia.
“Melalui fellowship di INCT, Warsawa, Polandia, kami memperoleh pembelajaran dan pengalaman teknis mengenai proses iradiasi, karakterisasi dosimetri, dose mapping, serta penerapan prosedur IQ, OQ, dan PQ,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (30/10/2026).
Abu menjelaskan, kompetensi tersebut penting untuk mendukung kesiapan operasional sekaligus menjamin mutu fasilitas iradiasi nasional, khususnya E-Beam 2,5 MeV yang dimiliki BRIN.
Selain itu, masih ujar dia, dukungan pendanaan dan manajemen juga diperlukan, agar pemanfaatan teknologi berkas elektron dapat berjalan optimal. Pengembangan teknologi ini dinilai membutuhkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai.
Abu menegaskan, kolaborasi dengan periset lintas bidang, perguruan tinggi, dan mitra industri juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan berbagai aplikasi teknologi berkas elektron.
“Melalui penguatan kompetensi dan fasilitas ini kami harapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi iradiasi untuk berbagai kebutuhan penelitian dan industri, termasuk pengembangan solusi penanganan limbah plastik,” ujarnya. (nas)


















