INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan jajaran pemerintahannya dalam waktu kurang dari sebulan. Pergeseran sejumlah pejabat di posisi strategis tersebut dinilai menunjukkan upaya Presiden menata ulang koordinasi kabinet dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan kapasitas teknokratis.
Pengamat politik Bawono Kumoro mengatakan, reshuffle kabinet tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur. Lebih dari itu, perubahan komposisi pemerintahan harus mampu mempercepat pelaksanaan program dan pencapaian target yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9). Dua pekan berselang, sejumlah posisi strategis kembali mengalami perubahan, termasuk Menteri Luar Negeri dan Kapolri.
Arrmanatha Nasir dipercaya menduduki posisi Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sementara Sugiono bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia.
Perubahan juga terjadi pada posisi Bahlil Lahadalia. Politikus Partai Golkar tersebut kini mendapat mandat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Bawono, rangkaian pergantian tersebut memperlihatkan Presiden Prabowo sedang melakukan penataan kembali terhadap pola koordinasi dan kerja pemerintahan.
Namun, dia mengingatkan, tantangan utama setelah reshuffle adalah memastikan pergantian pejabat tidak justru menimbulkan masa adaptasi yang panjang sehingga menghambat kerja pemerintahan.
“Publik tidak semata melihat siapa saja yang masuk dan keluar dari kabinet. Yang jauh lebih penting adalah apakah perubahan tersebut mampu mempercepat pencapaian target-target pemerintahan,” ujar Bawono.
Dia menilai, keseimbangan antara representasi politik dan kemampuan teknokratis menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemerintahan yang efektif.
“Sebuah pemerintahan memang membutuhkan dukungan politik yang solid. Namun, kehadiran pejabat pemerintahan dengan kemampuan mumpuni untuk menerjemahkan kebijakan menjadi program yang terukur juga tidak kalah penting,” katanya.
Bawono menilai sejumlah keputusan Presiden dalam reshuffle terbaru memperlihatkan adanya upaya mempertahankan kesinambungan teknokratis di tengah dinamika politik pemerintahan.
Penunjukan Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, misalnya, dinilai Bawono relevan dengan rekam pengalaman panjangnya di bidang diplomasi. Begitu pula dengan penempatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Selain itu, masih ujar Bawono, masuknya Luki Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan juga dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengelolaan kebijakan ekonomi dan fiskal.
“Ini mencerminkan ikhtiar politik Presiden Prabowo untuk memastikan kesinambungan teknokratis tetap menjadi bagian dari reshuffle kabinet kali ini,” ujar Bawono. (nas)
















