INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Pemprov DKI Jakarta menghadirkan tenaga profesional yang memberikan layanan bimbingan atau konseling di setiap sekolah, menyusul dua kasus kematian pelajar diduga bunuh diri di Jakarta.
Menurut Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, usulan tersebut muncul karena sekolah belum menyediakan ruang aman bagi peserta didik untuk menceritakan keluh kesah, sehingga mereka merasa tidak memiliki pendengar yang baik.
“Kami berharap ke depannya sekolah-sekolah itu khususnya di DKI Jakarta ya, itu bisa menghadirkan ya, psikolog gitu,” kata Satriwan Salim kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Peserta didik dapat memanfaatkan keberadaan psikolog untuk berkonsultasi mengenai berbagai masalah pribadi, dari dinamika relasi pertemanan, konflik internal dalam kelompok sebaya, hingga permasalahan keluarga yang memengaruhi kehidupan mereka di sekolah.
“Mereka berkonsultasi dengan psikolog misalnya, terkait dengan persoalan-persoalan mereka secara personal ya. Apakah itu persoalan asmara mungkin dengan teman, atau persoalan konflik, di dalam geng mereka gitu, atau persoalan di rumah yang kemudian sampai ke sekolah,” ujar Satriwan.
Ia menilai sekolah negeri di Jakarta sangat mampu menghadirkan psikolog karena memiliki anggaran pendidikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
“Begitu juga APBD-nya yang relatif lebih tinggi dan mereka Jakarta ini mampu ya untuk mengadakan psikolog itu,” tutur Satriwan.
Selain itu, penguatan fungsi wali kelas serta guru bimbingan konseling (BK) di sekolah sangat krusial untuk ditingkatkan. Proses mendidik anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat.
“Maksimalkan tugas fungsi dari wali kelas, guru BK gitu ya, ini saya pikir sangat penting. Dan tanggung jawab mendidik anak itu mutlak adalah tanggung jawab bersama secara kolektif,” imbuhnya.
Kasus kematian pelajar yang diduga akibat mengakhiri hidup kembali terjadi di Jakarta Timur. Siswa SMPN 92 Jakarta berinisial FS ditemukan meninggal dunia di pinggir Kali Jalan Poncol Atas, RT 07/15 Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).
Kasus serupa pernah terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, saat seorang pelajar SMP berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. (dan)















