INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung enggan berkomentar mengenai kasus meninggalnya seorang pelajar SMP yang diduga bunuh diri di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Korban berinisial FS, siswa SMPN 92 Jakarta, ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Poncol Atas.
Pramono berjalan meninggalkan pengeras suara setelah sesi wawancara cegat dengan awak media di Pendopo, Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (30/9/2026). Ia enggan menanggapi saat ditanya soal kasus pelajar meninggal diduga bunuh diri.
Pramono yang mengenakan pakaian olahraga berwarna hitam panjang sempat menoleh dan mendengarkan pertanyaan tersebut, namun ia tidak bersuara dan langsung pergi ke dalam Balai Kota DKI Jakarta.
Kasus pelajar meninggal dunia yang diduga bunuh diri di Jakarta Timur bukanlah yang pertama. Kasus serupa pernah terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, saat seorang pelajar SMP berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (28/8/2026) dini hari WIB.
Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya seorang pelajar di Pulogadung, Jakarta Timur pada Senin (29/9/2026).
“Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga kedua pelajar. Setiap anak yang pergi adalah duka bagi keluarga, sekolah, dan Kota Jakarta,” ucap Chico Hakim terpisah kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Ia menyatakan bahwa proses pemeriksaan kasus tersebut masih berjalan di INAFIS RS Polri, sehingga pihak Pemprov DKI memilih untuk menghormati proses hukum dan tidak berspekulasi.
“Proses pemeriksaan masih berjalan. Dinas Pendidikan bersama sekolah terus mendampingi keluarga, termasuk membantu keperluan yang dibutuhkan hingga pemakaman,” imbuh Chico. (dan)















