INDOPOSCO.ID – Ajeng kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sekaligus merespons berbagai persoalan di masyarakat. Hal itu dibuktikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) yang sukses menorehkan prestasi melalui sejumlah ajang tingkat nasional hingga internasional.
Dalam tiga kompetisi yang diikuti, para mahasiswa membawa gagasan yang berkaitan erat dengan isu sosial. Topik yang diangkat cukup beragam, mulai dari pelestarian budaya lokal, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga pola konsumsi pakaian di kalangan anak muda.
Pada International Student Competition (ISC) 2026 di Bangkok, Thailand, tim yang terdiri dari Claribel Halim, Tracy Zagitania, dan Trisna Prasetya Hadinata meraih medali perak pada subtema Pariwisata dan Budaya. Kompetisi esai yang diselenggarakan International Student Community ini diikuti peserta dari 10 negara di bawah bimbingan Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Untar, Wulan Purnama Sari.
Prestasi lain diraih Kayla Giovanna dan Vanesa dalam National Competition Essay yang diselenggarakan PRISMA bekerja sama dengan Universitas Udayana di Bali. Keduanya sukses menyabet medali emas kategori Pariwisata Budaya, penghargaan Favorite Poster, serta Juara Umum Harapan 2 usai bersaing dengan 446 finalis dari 19 provinsi.
Dari Ide hingga Aksi
Dalam ajang di Bali tersebut, Kayla dan Vanesa mengenalkan gagasan bertajuk “Tapel”, sebuah konsep wisata edukasi berbasis tari Barong. Konsep ini mengajak wisatawan tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga memahami filosofi mendalam serta nilai budaya di balik kesenian tradisional tersebut.
Dosen pendamping Fikom Untar, Lydia Irena, menilai gagasan mahasiswa akan memiliki nilai tambah ketika dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti hanya sebagai karya lomba.
“Prestasi dalam kompetisi menjadi penting ketika gagasan yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya lomba. Ide yang disampaikan mahasiswa ini dapat membuka ruang edukasi budaya sekaligus membantu masyarakat memahami bahwa pariwisata juga dapat menjadi sarana menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi berikutnya,” ujar Lydia, Rabu (30/9/2026).
Sementara itu pada ajang Atma Jaya Communication Day Competition (ACDC) 2026 di Jakarta, Tim TRIAD yang beranggotakan Gabriela Meike Audrey, Stanley Marvel Rumanto, dan Rafael Davirly meraih Juara 3 cabang Advertising. Di bawah bimbingan dosen Gregorius Genep Sukendro, mereka mengusung kampanye “No More, Just Enough” guna merespons maraknya isu fast fashion di kalangan Generasi Z.
Rangkaian pencapaian ini menjadi pembuktian bahwa karya komunikasi mahasiswa Fikom Untar tidak sekadar mengejar piala. Lebih dari itu, pembelajaran dari ruang kelas mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membangun kesadaran dan membuka dialog terkait berbagai isu sosial di masyarakat. (srv)















