INDOPOSCO.ID – Lapangan yang sempat berhenti berproduksi kembali menjadi sumber tambahan minyak. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menghidupkan kembali potensi Lapangan Reco di Wilayah Kerja (WK) Rokan melalui pengeboran Sumur RECO#4.
Hasil pengujian awal menunjukkan sumur infill tersebut mampu menghasilkan tambahan produksi sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen.
Capaian ini menjadi bagian dari langkah PHR mengoptimalkan kembali aset-aset yang sebelumnya berstatus idle. Alih-alih hanya mengandalkan pengembangan lapangan baru, PHR melakukan kajian ulang untuk menemukan peluang produksi yang masih tersimpan pada aset yang telah ada.
GM Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menyebut keberhasilan RECO#4 tidak berdiri sendiri. Ada rangkaian proses yang dimulai dari kajian bawah permukaan, desain pengeboran, pemanfaatan teknologi hingga eksekusi operasi yang terintegrasi.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Kisah RECO#4 bermula ketika PHR melakukan studi subsurface terbaru terhadap sejumlah lapangan yang sebelumnya dinyatakan idle. Evaluasi tersebut membuka kembali peluang pengembangan Lapangan Reco yang dinilai masih menyimpan sumber daya yang dapat diproduksikan.
Dari kajian itu, RECO#4 kemudian dirancang sebagai sumur infill berarah atau directional well. Sumur dengan konfigurasi J-Type tersebut diarahkan untuk menembus reservoir batupasir Pematang sebagai target utama.
Tantangan berikutnya adalah memastikan lintasan pengeboran tetap berada di jalur reservoir yang dituju.
Untuk itu, PHR mengandalkan teknologi real-time geosteering yang diterapkan secara mandiri. Teknologi tersebut memungkinkan tim mengevaluasi kondisi bawah permukaan secara langsung selama proses pengeboran berlangsung.
Dengan informasi yang diperoleh secara real time, lintasan sumur dapat dikendalikan dan disesuaikan agar tetap berada pada zona reservoir sasaran. Strategi ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan peluang produksi dari sumur RECO#4.
Dari sisi administrasi, pengeboran RECO#4 juga memperoleh dukungan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut digunakan untuk mempercepat kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi.
Setelah berhasil menghasilkan minyak, aliran produksi dari RECO#4 tidak berhenti di kepala sumur. Minyak dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk kemudian diproses bersama produksi dari fasilitas yang telah terintegrasi di kawasan tersebut.
Tambahan 1.528 BOPD dari RECO#4 sekaligus memperlihatkan bagaimana aset lama masih dapat memberikan nilai tambah ketika dikaji kembali dengan pendekatan teknologi dan data terbaru.
Bagi PHR, optimalisasi semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan produksi minyak di WK Rokan. Integrasi antara kajian subsurface, desain pengeboran, teknologi geosteering, dan eksekusi operasi menjadi kunci untuk mengubah potensi yang sebelumnya belum termanfaatkan menjadi produksi nyata.
PHR menyatakan akan terus mengejar peluang serupa melalui optimalisasi kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan di WK Rokan. Seluruh kegiatan tersebut tetap diarahkan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan operasi, efisiensi, serta disiplin biaya.
“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutupnya.(rmn)















