• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Masa Depan Tak Lagi Andalkan SDA, BRIN Dorong Penguatan SDM dan Teknologi

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 24 September 2026 - 06:09
in Ekonomi
brin

Ilustrasi inovasi teknologi dari perguruan tinggi. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lanskap ekonomi global terus berubah. Kekayaan sumber daya alam (SDA) tak lagi menjadi penentu utama kejayaan ekonomi suatu negara. Penguasaan teknologi, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia atau human capital justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan, perubahan tersebut sejalan dengan konsep pertumbuhan ekonomi baru atau endogenous growth theory. Teori ini menempatkan human capital dan teknologi sebagai faktor dominan dalam membentuk kekuatan ekonomi suatu negara.

BacaJuga:

Energi Surya dan AI Melonjak, Wärtsilä Tekankan Pentingnya Fleksibilitas Jaringan

Transisi Energi Bersih Jadi Fokus Kemitraan Indonesia dan Jerman

Direksi BRMS Tambah Kepemilikan Saham, Sinyal Optimisme Prospek Tambang Emas

Dia menyebut, berdasarkan laporan World Economic Forum, porsi human capital dalam kekuatan ekonomi dunia meningkat dari 39 persen menjadi 44 persen. Sebaliknya, kontribusi natural capital atau modal alam yang bersumber dari SDA menurun dari 44 persen menjadi 31 persen.

“Ke depan, ekonomi kita tidak bisa lagi sekadar mengandalkan kekayaan alam. Kuncinya ada pada human capital dan penguasaan teknologi,” ujar Arif di sela-sela Galeri PJJ Universitas Terbuka (UT) di kampus UT, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, perubahan tersebut menunjukkan pentingnya Indonesia melakukan transformasi basis ekonomi. Pengelolaan SDA tetap diperlukan, namun harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas manusia, pengembangan teknologi, serta riset dan inovasi.

Ia menuturkan, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu faktor yang mempercepat perubahan kebutuhan dunia kerja. Pengguna AI secara global kini disebut telah menembus 1 miliar orang.

“Perkembangan tersebut turut mengubah kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri,” katanya.

Dikatakan dia, pada periode 2023–2025 kemampuan seperti analytical thinking, resiliensi, dan critical thinking menjadi sejumlah kemampuan yang banyak dicari, penguasaan AI diproyeksikan semakin dominan pada 2027.

“Keahlian terkait AI diprediksi menjadi salah satu skill utama yang dibutuhkan pasar kerja. Kondisi itu membuat peningkatan literasi dan kompetensi teknologi menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja Indonesia,” terangnya.

Arif menilai, negara yang mampu menyiapkan sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi akan memiliki kapasitas lebih besar untuk beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global.

Di sisi lain, masih ujar dia, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem inovasi. Dalam Global Innovation Index (GII) 2024–2025, Indonesia berada di peringkat ke-54.

Kondisi tersebut juga tercermin dari jumlah pendaftaran hak paten. Pada 2024, Indonesia disebut hanya mencatat sekitar 2.460 paten. Angka itu masih jauh dibandingkan Tiongkok yang mencapai sekitar 1,7 juta paten.

Karena itu, ia menambahkan, penguatan riset dan inovasi dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi global. Peningkatan kapasitas riset juga diharapkan berdampak terhadap produktivitas dan pertumbuhan GDP per capita.

Arif mengatakan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tidak berdiri sendiri. Prosesnya dimulai dari penemuan (discovery), penguasaan teknologi, inovasi, hingga komersialisasi hasil riset.

“Peta kekuatan paten dunia dalam 30 tahun terakhir membuktikan bahwa negara yang berfokus pada riset mampu melesat. Indonesia harus bangkit, memperkuat riset, dan memperbanyak paten agar tidak tertinggal,” ujarnya. (nas)

Tags: BRINSDASDMuniversitas terbuka

Berita Terkait.

surya
Ekonomi

Energi Surya dan AI Melonjak, Wärtsilä Tekankan Pentingnya Fleksibilitas Jaringan

Kamis, 24 September 2026 - 05:46
dinna
Ekonomi

Transisi Energi Bersih Jadi Fokus Kemitraan Indonesia dan Jerman

Rabu, 23 September 2026 - 20:36
brm
Ekonomi

Direksi BRMS Tambah Kepemilikan Saham, Sinyal Optimisme Prospek Tambang Emas

Rabu, 23 September 2026 - 20:12
danantara
Ekonomi

Danantara Bakal Bentuk BUMN Tekstil, DPR Sebut Jadi Solusi Gelombang PHK

Rabu, 23 September 2026 - 18:18
pertamina
Ekonomi

Gas Bumi CNG Masuk Marugame Udon Kaliurang, Gagas Siapkan Layanan Terintegrasi

Rabu, 23 September 2026 - 14:44
Pertanian Jadi Pilar Utama Pembangunan, Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat
Ekonomi

Pertanian Jadi Pilar Utama Pembangunan, Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Rabu, 23 September 2026 - 14:05

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.