• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Energi Surya dan AI Melonjak, Wärtsilä Tekankan Pentingnya Fleksibilitas Jaringan

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 24 September 2026 - 05:46
in Ekonomi
surya

Para petinggi PT Wärtsilä Indonesia dan Wärtsilä Energy foto bersama usai konferensi pers Enlit Asia 2026 x MKI Electricity Connect bertema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience” di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masa depan kelistrikan Indonesia tidak lagi semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak pembangkit baru yang dibangun. Ketika energi surya berkembang pesat, industri terus berekspansi, elektrifikasi meningkat, dan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar, kemampuan sistem untuk beradaptasi menjadi sama pentingnya dengan kapasitas pembangkit itu sendiri.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034. Dari jumlah tersebut, 42,6 GW berasal dari energi terbarukan dan 10,3 GW dari kapasitas gas baru.

BacaJuga:

Ekonomi Masa Depan Tak Lagi Andalkan SDA, BRIN Dorong Penguatan SDM dan Teknologi

Transisi Energi Bersih Jadi Fokus Kemitraan Indonesia dan Jerman

Direksi BRMS Tambah Kepemilikan Saham, Sinyal Optimisme Prospek Tambang Emas

Komposisi tersebut menunjukkan arah transisi energi Indonesia yang semakin kuat. Namun, semakin besar porsi pembangkit surya dan angin, semakin besar pula kebutuhan terhadap sumber listrik yang mampu merespons perubahan produksi energi secara cepat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Enlit Asia 2026 x MKI Electricity Connect bertema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience” di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Managing Director PT Wärtsilä Indonesia, Ossi Yline, mengatakan ketahanan energi pada akhirnya berarti memiliki sistem tenaga listrik yang mampu beradaptasi.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan digital. Dengan arsitektur sistem tenaga yang tepat, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi, mengintegrasikan lebih banyak energi bersih secara signifikan, serta menyediakan fondasi yang andal untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan,” ujar Ossi kepada awak media.

Ambisi Indonesia mengembangkan 100 GW tenaga surya semakin memperbesar kebutuhan akan kapasitas penyeimbang. Pembangkit surya menghasilkan listrik secara fluktuatif dan produksinya berhenti ketika matahari terbenam. Karena itu, dibutuhkan pembangkit yang dapat merespons perubahan pasokan dengan cepat tanpa mengorbankan keandalan jaringan.

Vice President, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy, Frederic Carron menjelaskan, pembangkit berbasis mesin Wärtsilä dirancang untuk melengkapi pembangkit energi terbarukan yang bersifat variabel.

“Mesin-mesin tersebut dapat dinyalakan dan mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit, serta outputnya dapat disesuaikan dengan cepat sesuai kebutuhan jaringan. Hal ini memungkinkan pembangkit memberikan kapasitas penyeimbang saat produksi energi terbarukan berfluktuasi, sehingga keandalan dan stabilitas sistem tetap terjaga,” kata Frederic.

Kebutuhan fleksibilitas juga semakin penting karena karakteristik sistem kelistrikan Indonesia tidak seragam. Jaringan nasional membentang dari sistem interkoneksi besar dan kawasan industri hingga pulau-pulau kecil dengan sistem kelistrikan yang terisolasi.

Energy Solutions Director PT Wärtsilä Indonesia, Febron Siregar mengatakan, tahap berikutnya dalam transisi energi Indonesia bukan hanya mengenai seberapa besar kapasitas energi terbarukan yang dibangun, tetapi juga seberapa efektif energi tersebut dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan.

“Tahap berikutnya dalam transisi energi Indonesia bukan hanya mengenai seberapa besar kapasitas energi terbarukan yang dibangun, tetapi juga seberapa efektif energi tersebut dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan,” jelas Febron.

“Perencanaan sistem tenaga yang lebih fleksibel sejak saat ini dapat membantu Indonesia menghindari tantangan keandalan dan stabilitas ketika penetrasi energi terbarukan semakin tinggi,” sambungnya.

Gambaran manfaat fleksibilitas itu sudah terlihat di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembangkit berkapasitas 135 MW dengan 13 mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF memasok hampir 40 persen kebutuhan listrik pulau tersebut. Sebagian kapasitasnya juga digunakan untuk menyeimbangkan jaringan.

Fleksibilitas pembangkit tersebut membantu sistem mengintegrasikan 20 MW PLTS, sekaligus menunjukkan bagaimana pembangkit yang dapat merespons cepat dapat berjalan berdampingan dengan energi terbarukan.

Menurut Frederic, dekarbonisasi tidak cukup dilakukan dengan mengganti satu jenis pembangkit dengan jenis lainnya. Energi terbarukan, penyimpanan energi, transmisi, dan pembangkit fleksibel harus dirancang sebagai satu sistem.

Pendekatan Wärtsilä menggabungkan pembangkit energi terbarukan, penyimpanan energi, serta pembangkit mesin fleksibel untuk menjaga keseimbangan sistem. Portofolio mesinnya juga terus dikembangkan agar dapat menggunakan bahan bakar berkelanjutan ketika tersedia secara komersial dalam skala besar.

“Keputusan yang diambil hari ini akan menentukan aspek ekonomi dan ketahanan sistem tenaga listrik Indonesia di masa depan,” tutur Frederic.

“Dengan memprioritaskan teknologi yang fleksibel, Indonesia dapat memperkuat keandalan jaringan, mempercepat integrasi energi terbarukan, dan mendukung perjalanan menuju target net-zero,” lanjutnya.

Di luar sistem jaringan utama, tantangan serupa muncul pada sistem off-grid. Director Decarbonisation Services, Christoffer Ek, mengatakan kombinasi energi terbarukan dan baterai saja tidak otomatis menjamin keandalan, keterjangkauan, serta keberlanjutan.

“Namun, solusinya bukan sekadar menambahkan tenaga surya dan baterai pada pembangkit berbasis mesin. Untuk mencapai ketiganya, dibutuhkan sistem manajemen energi yang canggih, seperti yang kami miliki, yang mampu mengintegrasikan seluruh aset pembangkitan dan mengoptimalkan sistem kelistrikan sebagai satu kesatuan,” ucap Christoffer.

Wärtsilä juga menawarkan layanan siklus hidup yang mencakup perjanjian layanan jangka panjang, peningkatan aset, layanan dekarbonisasi, penyediaan suku cadang, serta layanan lapangan untuk membantu pelanggan mengoptimalkan pembangkit yang sudah ada sekaligus menyiapkan jalur menuju emisi lebih rendah.

Di saat yang sama, pertumbuhan AI, cloud computing, dan layanan digital menciptakan tantangan baru. Pusat data membutuhkan daya besar dan terkonsentrasi, sementara lokasi yang dipilih pengembang belum tentu memiliki kapasitas jaringan yang siap dalam waktu sesuai jadwal pembangunan.

Akibatnya, pembangkitan listrik di lokasi atau onsite generation mulai menjadi salah satu opsi untuk mengatasi keterbatasan jaringan.

Wärtsilä melihat peluang tersebut juga berkembang di Asia, termasuk Indonesia. Pembangkit modular berbasis mesin gas dapat menyediakan pasokan utama di lokasi dengan jaringan terbatas dan kapasitasnya dapat ditambah mengikuti pertumbuhan kebutuhan pusat data.

Ketika koneksi jaringan akhirnya tersedia, aset tersebut tidak harus kehilangan fungsi. Pembangkit dapat dialihkan menjadi kapasitas penyeimbang atau peaking plant untuk membantu merespons perubahan pasokan dan permintaan listrik.

General Manager, Market Development, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy, Patrik Farkas menerangkan, bagi pusat data, kecepatan memperoleh pasokan listrik kini hampir sama pentingnya dengan akses terhadap listrik itu sendiri.

“Para pengembang semakin menilai infrastruktur energi sebagai bagian strategis dari keputusan investasi mereka. Pembangkitan listrik onsite yang dapat diskalakan memungkinkan proyek berjalan meskipun kapasitas jaringan terbatas, sambil tetap mempertahankan opsi untuk mengalihkan fungsi aset tersebut ketika sistem tenaga di sekitarnya berkembang,” ucap Patrik.

Wärtsilä menyebut telah menjual proyek terkait pusat data dengan total kapasitas lebih dari 2,4 GW di Amerika Serikat dan Eropa. Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Australia dinilai sebagai pasar yang menawarkan peluang jangka menengah hingga panjang untuk solusi kelistrikan pusat data.

Febron melihat transisi energi dan pertumbuhan digital Indonesia kini bergerak bersamaan.

“Peluangnya terletak pada pengembangan infrastruktur yang mampu mendukung keduanya. Akses terhadap pasokan listrik yang andal dapat membuka investasi digital, sementara aset energi yang adaptif dapat terus memberikan nilai saat jaringan berkembang dan bauran pembangkitan berubah,” tutup Febron.

Enlit Asia x MKI Electricity Connect yang berlangsung 22–24 September 2026 di ICE BSD City mempertemukan lebih dari 11 ribu profesional dan lebih dari 280 peserta pameran internasional. Forum tersebut membahas tantangan ketahanan energi, dekarbonisasi, serta munculnya sumber permintaan listrik baru di Asia Tenggara.

Di ajang tersebut, Wärtsilä menampilkan teknologi sistem tenaga, solusi penyeimbang jaringan, dan layanan siklus hidup yang ditujukan untuk membantu Indonesia mengintegrasikan energi terbarukan dalam skala lebih besar, memenuhi pertumbuhan permintaan listrik, serta membangun sistem tenaga yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan di masa depan. (her)

Tags: AIEnergi SuryaPT Wartsila IndonesiaRUPTL

Berita Terkait.

brin
Ekonomi

Ekonomi Masa Depan Tak Lagi Andalkan SDA, BRIN Dorong Penguatan SDM dan Teknologi

Kamis, 24 September 2026 - 06:09
dinna
Ekonomi

Transisi Energi Bersih Jadi Fokus Kemitraan Indonesia dan Jerman

Rabu, 23 September 2026 - 20:36
brm
Ekonomi

Direksi BRMS Tambah Kepemilikan Saham, Sinyal Optimisme Prospek Tambang Emas

Rabu, 23 September 2026 - 20:12
danantara
Ekonomi

Danantara Bakal Bentuk BUMN Tekstil, DPR Sebut Jadi Solusi Gelombang PHK

Rabu, 23 September 2026 - 18:18
pertamina
Ekonomi

Gas Bumi CNG Masuk Marugame Udon Kaliurang, Gagas Siapkan Layanan Terintegrasi

Rabu, 23 September 2026 - 14:44
Pertanian Jadi Pilar Utama Pembangunan, Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat
Ekonomi

Pertanian Jadi Pilar Utama Pembangunan, Sinergi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Rabu, 23 September 2026 - 14:05

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.