INDOPOSCO.ID – Media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ) kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan mengusung tema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI”.
Kegiatan yang merupakan UKW Angkatan ke-21 LUKW UMJ tersebut berlangsung di Auditorium Kasman Singodimedjo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (19/9/2026).
UKW dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026), dan diikuti para wartawan yang menjalani proses pengujian kompetensi jurnalistik.
Ketua Tim Penguji UKW yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendri Ch Bangun, dalam sambutannya meminta para peserta tidak larut dalam kecemasan menghadapi rangkaian ujian. Menurutnya, UKW pada dasarnya bukanlah proses untuk menghakimi peserta, melainkan mengonfirmasi kompetensi yang selama ini telah dijalankan para wartawan dalam aktivitas jurnalistiknya.
Hendri mengatakan, pengalaman peserta sebagai wartawan aktif menjadi modal penting dalam menghadapi UKW. Karena itu, peserta diminta tidak terlalu mencemaskan proses pengujian yang dijalani.
“Terkait dengan uji kompetensi ini, teman-teman sekalian. Saya sejak dulu, saya di PWI dulu menjadi yang pertama membuat buku pedoman uji kompetensi tahun 2011. Saya juga sendiri, wakil PWI, ikut memproduksi uji ini,” ujar Hendri dalam sambutannya.
Ia kemudian menggambarkan UKW sebagai sebuah proses untuk memastikan tanda-tanda kompetensi yang sebenarnya telah dimiliki oleh para peserta.
“Sebetulnya uji kompetensi ini kayak kita mau puasa. Hilalnya sudah kelihatan belum? Jadi hanya mengonfirmasi apa-apa yang teman-teman sudah lakukan,” katanya.
Hendri menegaskan, penguji tidak berada pada posisi sebagai pihak yang mencari kesalahan atau memberikan penilaian secara menghakimi. Sebaliknya, penguji bertugas melihat dan mengonfirmasi apakah kompetensi yang dipersyaratkan memang telah tercermin dalam praktik jurnalistik peserta.
“Kita ini bukan hakim, apalagi jaksa. Kalau teman-teman sudah memperlihatkan tanda-tanda kompetensi, maka kami para penguji mengonfirmasi, oh iya,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian UKW dengan tenang dan tidak membebani diri dengan kekhawatiran berlebihan.
“Jadi jangan terlalu khawatir, karena sebetulnya kita ini sama. Kalau sudah ada kecenderungannya, tanda-tandanya, apalagi ini semua wartawan aktif yang jelas,” kata Hendri.
Menurut dia, perbedaan tingkat kecemasan di antara peserta merupakan hal yang wajar. Namun, rasa cemas tersebut tidak semestinya membuat peserta mengalami overthinking sehingga justru mengganggu konsentrasi selama mengikuti ujian.
“Bedanya saya kira enggak usah terlalu cemas, khawatir, overthinking ya. Saya kira dengan komunikasi dengan para penguji, semua itu akan bisa teratasi,” tuturnya.
Hendri juga mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki tingkat kecemasan yang berbeda ketika menghadapi sebuah ujian. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi dengan komunikasi yang baik selama proses UKW berlangsung.
“Memang ya selalu ada tingkat kecemasan orang berbeda-beda. Jangan terlalu khawatir, karena apa, kita ini bukan pihak yang men-judge ya. Tapi kita lebih pada mengonfirmasi,” pungkas Hendri.
Ia pun mengajak seluruh peserta UKW Angkatan ke-21 LUKW UMJ untuk menghadapi proses pengujian dengan sikap positif. Menurutnya, optimisme dan semangat menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian UKW dapat berjalan dengan baik.
“Jadi teman-teman sekalian, saya kira mari kita sama-sama optimistis ya. Dan semangat ya, supaya nanti ujian ini dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Pelaksanaan UKW Angkatan ke-21 LUKW UMJ ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan profesionalisme wartawan di tengah perubahan ekosistem media. Terlebih, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut membawa perubahan terhadap praktik jurnalistik, mulai dari proses produksi hingga distribusi informasi.
Melalui UKW, profesionalisme, kompetensi, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip jurnalistik menjadi semakin penting agar wartawan tetap mampu menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi dan dinamika industri media.
Pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LUKW UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Central Asia Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PLN Icon Plus, PT United Tractors Tbk, PT Pertamina Gas, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Perta Arun Gas, PT Pertamina International Shipping, PT PLN Nusantara Power, Yayasan Samudera Indonesia Timur, PT PLN Indonesia Power, PT Elnusa Petrofin, PT Nusa Halmahera Minerals, dan Divisi Humas Polri.
Dukungan lainnya datang dari PT Mega Global Food Industri, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, PT Karya Tetangga Tuku, Park 5 Simatupang, PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Sasa Inti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Herba Utama, PT Orang Tua (OT Group), PT Kereta Cepat Indonesia China, dan PT Ambhara Taruna. (her)















