INDOPOSCO.ID – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik. Hampir seluruh tahapan kerja media kini bersentuhan dengan teknologi, mulai dari pengumpulan informasi, pengolahan data, penulisan berita, hingga distribusi konten kepada masyarakat.
Di tengah perubahan tersebut, profesionalisme dan kompetensi wartawan dinilai menjadi makin penting. Teknologi memang dapat membantu mempercepat pekerjaan jurnalistik, namun tanggung jawab untuk memastikan kebenaran sebuah informasi tetap berada di tangan manusia.
Hal itu disampaikan Pemimpin Redaksi INDOPOSCO, Ali Rachman, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bertema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI” yang diselenggarakan INDOPOSCO bekerja sama dengan Lembaga Uji UKW Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (19/9/2026). Adapun kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan UKW Angkatan ke-21 yang diselenggarakan oleh UMJ.
Rachman mengatakan kehadiran AI memberikan peluang besar bagi industri media untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas kerja jurnalistik. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga membawa tantangan, khususnya dalam menjaga akurasi, verifikasi, independensi, serta etika jurnalistik.
“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat. Masyarakat membutuhkan berita yang benar, berimbang, dapat dipercaya, dan memiliki konteks yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme wartawan. AI, lanjutnya, seharusnya ditempatkan sebagai instrumen pendukung kerja jurnalistik, bukan sebagai pengganti tanggung jawab seorang wartawan.
“AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi tanggung jawab jurnalistik tetap berada pada manusia,” tegas Rachman.
Ia menekankan, setiap informasi yang diperoleh wartawan tetap harus melalui proses verifikasi. Narasumber juga harus mendapatkan ruang yang proporsional, sementara berita wajib disusun berdasarkan fakta dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
Karena itu, menurutnya, UKW memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas profesi kewartawanan di tengah perubahan ekosistem media yang makin cepat.
“Bagi INDOPOSCO, UKW bukan sekadar proses untuk memperoleh pengakuan kompetensi. UKW merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja jurnalistik yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik,” jelas Rachman.
Ia menjelaskan, kompetensi wartawan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menulis berita. Seorang wartawan juga dituntut mampu menemukan fakta, melakukan wawancara, menguji informasi, memahami hukum pers, menjaga independensi, serta mengambil keputusan jurnalistik secara bertanggung jawab.
Tema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI”, lanjutnya, menjadi sangat relevan dengan kondisi industri media saat ini. Ia mengingatkan para wartawan agar tidak terjebak pada kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan teknologi. Penggunaan AI harus tetap dibarengi daya kritis serta kepekaan terhadap kepentingan publik.
“Kita tidak boleh menjadi wartawan yang hanya mengandalkan kecepatan teknologi. Kita harus menjadi wartawan yang mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, dan etis,” ungkap Rachman.
Dia juga mengingatkan agar kemudahan teknologi tidak mengorbankan proses jurnalistik yang menjadi fondasi utama profesi wartawan.
“Jangan sampai kemudahan AI membuat kita mengabaikan proses verifikasi. Jangan sampai kecepatan publikasi mengorbankan ketepatan informasi. Dan jangan sampai tuntutan produksi konten mengurangi kualitas serta independensi pemberitaan,” tuturnya.
Sebaliknya, Rachman mendorong wartawan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat proses kerja jurnalistik. AI dapat digunakan sebagai alat bantu, tetapi daya kritis, kepekaan sosial, dan tanggung jawab profesi harus tetap menjadi pegangan utama.
“Gunakan AI sebagai alat bantu, tetapi tetap pertahankan daya kritis, kepekaan sosial, dan tanggung jawab profesi,” ungkapnya.
Kepada para peserta UKW, Rachman berpesan agar seluruh rangkaian ujian diikuti dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, setiap tahapan UKW bukan sekadar ujian untuk mendapatkan sertifikasi, tetapi juga momentum untuk mengukur kemampuan, menerima evaluasi, sekaligus memperbaiki kualitas kerja jurnalistik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penguji yang dinilai telah memberikan dedikasi dalam menjaga standar kompetensi wartawan. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan UKW tersebut.
Rachman berharap pelaksanaan UKW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau ujian kompetensi semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk membangun wartawan yang kompeten, berintegritas, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pers yang berkualitas lahir dari wartawan yang berkualitas. Dan wartawan yang berkualitas adalah mereka yang terus belajar, menjaga integritas, serta menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tuturnya.
Rachman kemudian mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat kompetensi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers Indonesia.
“Mari kita kuatkan profesionalisme, tingkatkan kompetensi, dan jaga kepercayaan masyarakat terhadap pers Indonesia,” pungkasnya.
Pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LU UKW UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Central Asia Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PLN Icon Plus, PT United Tractors Tbk, PT Pertamina Gas, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Perta Arun Gas, PT Pertamina International Shipping, PT PLN Nusantara Power, Yayasan Samudera Indonesia Timur, PT PLN Indonesia Power, PT Elnusa Petrofin, PT Nusa Halmahera Minerals, dan Divisi Humas Polri.
Dukungan lainnya datang dari PT Mega Global Food Industri, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, PT Karya Tetangga Tuku, Park 5 Simatupang, PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Sasa Inti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Herba Utama, PT Orang Tua (OT Group), PT Kereta Cepat Indonesia China, dan PT Ambhara Taruna.
Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme insan pers, khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi yang makin cepat. (her)















