INDOPOSCO.ID – Media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kembali meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui pelaksanaan UKW.
Mengusung tema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI”, UKW Angkatan ke-21 tersebut digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (19/9/2026). UKW ini diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan INDOPOSCO dan UMJ dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, khususnya di tengah perubahan lanskap media yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UMJ, Dr. Tria Patrianti, M.I.Kom, mengatakan pelaksanaan UKW bersama INDOPOSCO menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas para pekerja jurnalistik.
“Momentum untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan UMJ merupakan momen yang sangat spesial karena ini kali kedua INDOPOSCO bersama UMJ berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi wartawan dan integritas para pekerja di dunia jurnalistik,” ujar Tria dalam sambutannya.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam UKW kali ini sangat relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik saat ini. Terlebih, kehadiran teknologi AI telah membawa perubahan besar terhadap cara informasi diproduksi, diolah, hingga disebarluaskan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, standar kompetensi wartawan yang ditetapkan Dewan Pers pada dasarnya bertumpu pada tiga aspek utama, yakni etika, pengetahuan, dan keterampilan.
“Standar kompetensi yang dibuat oleh Dewan Pers itu yang pertama adalah etika, yang kedua pengetahuan untuk menguji wartawan, dan yang ketiga keterampilan,” jelasnya.
Tria juga meminta para peserta tidak perlu merasa terlalu terbebani dalam menghadapi proses UKW. Sebab, menurutnya, para wartawan yang mengikuti uji kompetensi pada dasarnya telah memiliki pengalaman dan pemahaman mengenai pekerjaan jurnalistik di lapangan.
Karena itu, keberadaan penguji bukan untuk mencari-cari kesalahan peserta, melainkan mengonfirmasi kompetensi yang selama ini telah mereka jalankan dalam praktik jurnalistik.
“Jangan khawatir kalau telah melakukan proses dan karya-karya jurnalistiknya. Kami para penguji hanya mengonfirmasi. Penguji memang seperti itu. Kami penguji hanya mengonfirmasi,” tuturnya.
Tria menambahkan, para peserta justru merupakan pihak yang paling memahami kondisi di lapangan karena setiap hari berhadapan langsung dengan proses jurnalistik.
“Bapak-Ibu peserta UKW yang paling paham di lapangan seperti apa. Penguji itu selalu memberikan jawaban terhadap kegelisahan yang akan diuji,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tria juga mengingatkan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian UKW secara disiplin. Menurut dia, kesehatan dan kedisiplinan menjadi bagian penting agar peserta dapat mengikuti seluruh proses ujian hingga hari terakhir.
“Yang penting sehat Bapak-Ibu semua agar besok lanjut lagi di hari kedua UKW ini. Tidak boleh skip satu hari. Apalagi terlambat. Dan itu syarat yang diperlukan oleh para peserta UKW,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tria memperkenalkan FISIP UMJ sebagai salah satu bagian penting dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ia menyebut FISIP UMJ merupakan salah satu fakultas tertua di lingkungan UMJ.
UMJ sendiri berdiri pada 1925. Sementara Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMJ telah berusia lebih dari tiga dekade dan terus berkembang dalam bidang pendidikan komunikasi dan jurnalistik.
Menurut Tria, keberadaan Lembaga UKW UMJ juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah serta dukungan Dewan Pers.
“Alhamdulillah atas kerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, kami di FISIP UMJ dapat membangun Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW),” katanya.
Ia menjelaskan, Program Studi Ilmu Komunikasi UMJ telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang komunikasi. Tahun ini, program studi tersebut telah berusia 31 tahun.
Sementara LUKW UMJ mulai berdiri pada 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan besar bagi berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan dan industri media.
“Di tahun 2020, waktu Covid-19, lembaga ini (LUKW) berdiri. Jadi di tengah bencana kesehatan, di saat Covid, atas bantuan Dewan Pers dan Majelis Pustaka dan Informasi, kami insyaallah ingin terus berkontribusi untuk peningkatan kompetensi terhadap wartawan,” ungkap Tria.
Ia berharap pelaksanaan UKW Angkatan ke-21 dapat berlangsung lancar dan seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan dengan baik.
“Tidak banyak yang ingin saya sampaikan selain semoga Bapak-Ibu (peserta) semua sehat dan dapat mengikuti Uji Kompetensi ini dengan lancar,” ujarnya.
Tria kemudian secara resmi membuka pelaksanaan UKW INDOPOSCO dan Universitas Muhammadiyah Jakarta Angkatan ke-21.
“Selamat mengikuti UKW untuk para peserta. Dengan ini sekaligus saya membuka Uji Kompetensi Wartawan INDOPOSCO dan Universitas Muhammadiyah Jakarta Angkatan ke-21,” kata Tria, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan basmalah bersama.
Pelaksanaan UKW tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi proses pengujian kompetensi, tetapi juga menjadi ruang bagi para wartawan untuk memperkuat profesionalisme, menjaga integritas, serta memastikan karya jurnalistik tetap berpegang pada standar etika dan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Pelaksanaan UKW INDOPOSCO X UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan berbagai perusahaan dan lembaga.
Pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LU UKW UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Central Asia Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PLN Icon Plus, PT United Tractors Tbk, PT Pertamina Gas, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Perta Arun Gas, PT Pertamina International Shipping, PT PLN Nusantara Power, Yayasan Samudera Indonesia Timur, PT PLN Indonesia Power, PT Elnusa Petrofin, PT Nusa Halmahera Minerals, dan Divisi Humas Polri.
Dukungan lainnya datang dari PT Mega Global Food Industri, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, PT Karya Tetangga Tuku, Park 5 Simatupang, PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Sasa Inti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Herba Utama, PT Orang Tua (OT Group), PT Kereta Cepat Indonesia China, dan PT Ambhara Taruna.
Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme insan pers, khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. (her)















