INDOPOSCO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pariwisata, khususnya industri wisata kebugaran atau wellness tourism dan berbagai aktivitas olahraga luar ruang.
Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penggiat Wisata Kebugaran Indonesia (DPP PERWAKIN) menyatakan, lonjakan titik panas dan kabut asap tidak hanya mengancam lingkungan serta kesehatan masyarakat, tetapi juga memukul aktivitas wisata berbasis alam.
Sejumlah kegiatan seperti trail run, maraton, yoga di alam terbuka, forest bathing, bootcamp, jungle trekking hingga retret kebugaran terpaksa dihentikan karena kualitas udara dan jarak pandang yang tidak mendukung aktivitas luar ruang.
Berdasarkan pemantauan dan laporan jejaring DPP PERWAKIN hingga pertengahan Agustus 2026, kerugian ekonomi industri wisata kebugaran dan olahraga luar ruang diperkirakan mencapai Rp112,5 miliar dalam satu bulan terakhir.
Kerugian tersebut mencakup pembatalan berbagai event olahraga, kerugian operator retret dan penginapan berbasis alam, pemandu wisata, instruktur kebugaran, hingga sektor pendukung seperti penyedia makanan sehat, perlengkapan olahraga dan produk herbal lokal.
PERWAKIN juga mencatat sekitar 85 persen paket wisata kebugaran luar ruang untuk periode Agustus-November 2026 mengalami pembatalan. Sementara itu, 14 event lari dan trail run di kawasan Kalimantan disebut terpaksa dibatalkan atau ditunda.
Dampak tersebut semakin luas karena lebih dari 120 destinasi, komunitas dan operator kegiatan kebugaran ikut terdampak. Kondisi ini juga berpotensi menghilangkan pendapatan harian lebih dari 4.500 pekerja lokal, mulai dari race director, pemandu jalur trail, instruktur yoga hingga praktisi terapi tradisional.
PERWAKIN menyebut aktivitas olahraga lintas alam dan lari menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Kondisi kualitas udara yang buruk membuat penyelenggaraan event di kawasan hutan, jalur trail maupun ruang terbuka harus dihentikan demi keselamatan peserta.
Hal serupa terjadi pada kegiatan yoga dan meditasi di alam terbuka. Kabut asap membuat aktivitas yang mengandalkan kualitas udara bersih sebagai bagian dari pengalaman kebugaran tidak lagi dapat dilakukan secara optimal.
Ketua DPP PERWAKIN Bidang Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), Alfarizi Akbar, mengatakan karhutla harus menjadi alarm keras bagi tata kelola lingkungan sekaligus keberlanjutan industri pariwisata Indonesia.
“Wisata kebugaran dan aktivitas outdoor sangat bergantung pada kualitas modal alam yang bersih dan lestari. Karhutla bukan sekadar bencana musiman, melainkan ancaman langsung terhadap prinsip ESG, mata pencaharian komunitas lokal, dan hak publik atas lingkungan yang sehat,” ujar Alfarizi.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran dan pemulihan ekosistem juga harus menjadi bagian dari penanganan jangka panjang.
“Tanpa komitmen tata kelola lingkungan yang kuat, industri wellness berbasis alam Indonesia akan kehilangan daya saing dan kepercayaan di tingkat global,” tegasnya.
PERWAKIN mendorong pemerintah mempercepat pemadaman karhutla, termasuk melalui operasi darat dan udara, untuk segera memulihkan kualitas udara di kawasan terdampak.
Organisasi tersebut juga mengimbau penyelenggara event, komunitas olahraga dan praktisi kebugaran menghentikan sementara aktivitas fisik berat di luar ruangan sampai kualitas udara kembali berada pada kategori aman.
Di sisi lain, pelaku industri didorong mengalihkan kegiatan ke konsep indoor wellness dan memberikan fleksibilitas penjadwalan ulang kepada peserta maupun wisatawan tanpa penalti.
PERWAKIN turut mengusulkan adanya dana darurat dan skema bantuan pemulihan bagi pekerja ekonomi kreatif, penyelenggara event lokal serta instruktur kebugaran yang kehilangan pendapatan akibat penghentian aktivitas.
Selain itu, percepatan edukasi masyarakat dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan berulang.
PERWAKIN menyatakan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk menginventarisasi dampak karhutla sekaligus menyiapkan protokol pemulihan bagi industri wellness tourism dan outdoor fitness setelah kondisi kembali normal.(srv)






















