INDOPOSCO.ID — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak boleh hanya dipandang sebagai angka atau peringkat.
Hasil asesmen TKA tersebut, menurut Mendikdasmen, harus dimanfaatkan sebagai informasi penting untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan.
“Pelaksanaan TKA 2025 telah berjalan dengan baik dan mendapat kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari semakin luasnya pemanfaatan hasil TKA dalam berbagai kebijakan pendidikan,” ujar Mendikdasmen dalam keterangan, Rabu (12/8/2026).
Dia menjelaskan, hasil TKA kini telah menjadi salah satu referensi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Selain itu, hasil TKA juga dimanfaatkan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya melalui jalur prestasi akademik.
Mendikdasmen menekankan, pemanfaatan hasil asesmen tersebut sejalan dengan konsep assessment of learning. Artinya, asesmen tidak berhenti pada pengukuran capaian peserta didik, tetapi hasilnya harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan proses pembelajaran.
“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ucapnya.
“TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” imbuhnya.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Toni Toharudin menambahkan, pelaksanaan TKA merupakan kerja bersama yang membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Dia menyebut keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan ketika ujian berlangsung. Persiapan harus dimulai dari koordinasi, perencanaan hingga kedisiplinan dalam menjalankan seluruh tahapan.
Karena itu, lanjut dia, Rakornas TKA 2026 menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan standar seluruh penyelenggara. Koordinasi dilakukan mulai dari kesiapan kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan hingga strategi komunikasi publik.
Dia berharap persiapan yang semakin matang dapat membuat pelaksanaan TKA 2026 berjalan tertib sekaligus memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik.
Selain itu, hasil TKA SD dan SMP tahun 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan sebagai salah satu sumber informasi untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki proses pembelajaran.
“Dengan mempersiapkan TKA yang lebih matang, semoga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung secara tertib, memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik, serta dimaknai dengan sikap jujur dan gembira,” ujarnya. (nas)





















