INDOPOSCO.ID – Masjid Istiqlal resmi meluncurkan program Jumat Berkah berupa penyediaan makan siang gratis bagi seluruh jamaah usai Salat Jumat. Program yang dimulai pada Jumat (7/8/2026) itu menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan.
Pelaksanaan perdana program tersebut merupakan hasil kolaborasi Masjid Istiqlal dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan, makan siang gratis akan menjadi agenda rutin setiap Jumat sebagai bentuk kepedulian kepada para jamaah.
“Insya Allah Masjid Istiqlal akan memulai beberapa program yang sangat istimewa. Mulai Jumat hari ini akan disiapkan makan siang gratis dan ini akan berlangsung setiap hari Jumat. Jadi dimohon bapak ibu yang berkenan, sesudah salat nanti kita siapkan makan siang di selasar,” ujar Nasaruddin kepada awak media di selasar Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah laki-laki, tetapi juga bagi jamaah perempuan yang mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan Masjid Istiqlal. Nasaruddin berharap masyarakat yang memiliki kemampuan dapat ikut berpartisipasi agar program tersebut terus berkelanjutan.
“Saya mengimbau bapak ibu sekalian yang berminat berpartisipasi dalam program makan siang bersama ini bisa menyalurkannya melalui Masjid Istiqlal,” katanya.
Program Jumat Berkah merupakan salah satu dari sedikitnya 32 program pelayanan gratis yang disiapkan Masjid Istiqlal. Menurut Nasaruddin, seluruh program tersebut dirancang untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Selain makan siang gratis, Masjid Istiqlal menghadirkan beragam layanan tanpa biaya, mulai dari ambulans untuk warga sakit maupun jenazah, konsultasi masyarakat, hingga penyediaan penginapan gratis bagi tamu yang membutuhkan.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas pendidikan juga dibuka secara cuma-cuma melalui kursus berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Persia, Ibrani, Aramaik (bahasa Semit kuno yang berasal dari kawasan Timur Tengah), hingga bahasa Indonesia bagi warga asing.
“Di samping itu juga kita menyiapkan kursus bahasa asing. Bahasa Inggris, bahasa Cina, bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Persia, bahasa Ibrani, bahasa Perancis, dan bahasa Aramaik,” ujar Nasaruddin.
Masjid terbesar di Asia Tenggara itu juga memperluas layanan dengan menghadirkan pusat kebugaran (gym center) serta berbagai fasilitas olahraga seperti futsal, basket, tenis meja, hingga program kebugaran setiap Jumat yang dipandu oleh instruktur.
Di sektor pelayanan kesehatan, Istiqlal menyediakan ambulans gratis, fasilitas kursi roda bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, serta konsultasi masyarakat. Saat masa liburan sekolah, Istiqlal juga akan menggelar khitanan massal yang didukung tenaga medis lengkap.
Berbagai program pembinaan keagamaan juga terus diperkuat melalui bimbingan mualaf, kajian intensif, Majelis Nusantara, tadabur alam, muzakarah, hingga qiyamulail dan buka puasa sunnah setiap Kamis malam yang dilanjutkan dengan ibadah hingga waktu Subuh.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan perpustakaan Istiqlal secara gratis, termasuk sejumlah pusat studi hasil kerja sama dengan berbagai negara sahabat seperti American Corner, Australian Corner, dan French Corner yang menyediakan koleksi referensi, komputer, serta fasilitas penelitian.
Nasaruddin berharap berbagai layanan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid besar di Indonesia untuk memperluas peran dalam melayani masyarakat.
“Saya menginginkan kepada semua masjid-masjid besar bisa mencontoh Masjid Istiqlal ini, memberikan servis yang gratis kepada umat kita, kepada masyarakat kita,” tegasnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kualitas generasi muda.
“Yang paling penting adalah pelayanan masyarakat dari Istiqlal kepada masyarakat,” tutupnya. (her)


















