INDOPOSCO.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyabet penghargaan bergengsi dalam Anugerah Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2026 yang digelar di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu (26/9/2026) malam.
Penghargaan untuk kategori kementerian tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Apresiasi tinggi ini diberikan atas komitmen dan kontribusi nyata Kemendagri dalam mengoptimalkan data statistik sebagai kompas utama pembangunan daerah. Sinergi kuat antara Kemendagri dan BPS selama ini terbukti krusial dalam mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah, mulai dari pengendalian inflasi daerah, pemantauan harga komoditas, hingga evaluasi kinerja pemerintah daerah (Pemda).
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran BPS yang terus konsisten mendampingi Kemendagri dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan ke daerah. Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat memungkinkan Kemendagri memantau perkembangan berbagai indikator daerah secara terukur dan tepat sasaran.
“Perintahnya Pak Presiden sekarang, Pak Prabowo sama, yaitu untuk menjaga inflasi daerah. Otomatis dari mana startnya ini? Beliau (Presiden Prabowo) sangat berbasis data, kami pun berbasis data, otomatis startnya dari data-datanya BPS,” ujar Tito dalam sambutannya, Minggu (27/9/2026).
Tito mengungkapkan, dahulu data inflasi daerah umumnya dirilis secara bulanan. Namun, mengingat dinamika harga pasar di daerah bergerak sangat cepat, ia memberi masukan kepada BPS untuk menyusun instrumen penilaian mingguan. Dari diskusi mendalam tersebut, lahirlah Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang memuat pergerakan komoditas pangan pemicu inflasi.
Data IPH inilah yang menjadi pijakan Kemendagri dalam mengevaluasi pengendalian inflasi di daerah, mencakup komponen volatile food, administered prices, hingga core inflation, sekaligus menjadi indikator evaluasi kinerja para Penjabat (Pj.) Kepala Daerah.
“Alhamdulillah dengan kerja sama seperti itu, karena dapat diagnosa yang tepat daerah mana yang tinggi, penyebabnya apa, maka terapinya juga bagus. Alhamdulillah angka inflasi bisa terkendali di angka yang dalam range 1,5 sampai 3,5 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mendagri menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kolaborasi data statistik dengan BPS ke depan juga akan difokuskan untuk memonitor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkala demi menopang target pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak lupa, mantan Kapolri ini turut menjuluki jajaran BPS sebagai silent warrior. Meski peran para insan statistik kerap bekerja di balik layar, kontribusi mereka sangat vital dalam menentukan arah kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.
“Dan mohon kerja samanya Bu (Kepala BPS). Bencana kita sudah jalan cepat sekali dari BPS melakukan verifikasi. Apalagi yang Sumatera kita hampir ratusan ribu yang kita urusin, rumah yang kena musibah. Dan kemudian kita akan masuk ke pertumbuhan ekonomi untuk bantu Pak Anggito dan Bu Kiki,” tandas Tito.
Turut hadir dalam perhelatan tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widya Sari Dewi, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, serta Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian.(srv)















