INDOPOSCO.ID – Potensi ekonomi syariah Indonesia dinilai masih jauh dari kapasitas sebenarnya. Di tengah target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai sektor ini dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi strategis bertajuk “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia” yang digelar melalui forum IQRO PKS di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, hingga pemangku kepentingan untuk merumuskan rekomendasi penguatan ekonomi syariah di Indonesia.
Dalam keynote speech-nya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengatakan pembahasan mengenai ekonomi syariah bukan sekadar agenda diskusi, melainkan implementasi dari keputusan Musyawarah Majelis Syura PKS yang menempatkan isu tersebut sebagai salah satu prioritas perjuangan partai.
“Di antara empat keputusan Majelis Syura adalah untuk PKS memperjuangkan ekonomi syariah melalui pejabat publik, terutama di DPR RI dan di kabinet Presiden Prabowo. Diskusi ini adalah tindak lanjut keputusan Majelis Syura,” ujar Almuzzammil.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama ekonomi syariah dunia. Selain memiliki populasi muslim terbesar di dunia yang mencapai 251 juta jiwa atau sekitar 87,15 persen dari total penduduk, Indonesia juga memiliki potensi wakaf dan industri halal yang belum berkembang secara optimal.
Namun, besarnya potensi tersebut belum berbanding lurus dengan pemanfaatannya. “Jadi ekonomi syariah punya potensi sebesar lapangan bola tapi kita baru bermain sebesar lapangan ping-pong,” jelas Almuzzammil.
PKS, lanjut dia, memandang ekonomi syariah dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang dalam satu dekade terakhir masih bertahan di kisaran lima persen.
“Di tengah pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kita ingin mengangkat isu ekonomi syariah ini yang belum banyak disoroti oleh pemerintah. Hari ini kita berkumpul dan berdiskusi untuk mengumpulkan rekomendasi,” tambahnya.
Forum tersebut turut menghadirkan Pakar Ekonomi Syariah Prof. Muhammad Syafi’i Antonio sebagai narasumber utama. Sementara Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Handi Risza hadir sebagai penanggap untuk memperkaya pembahasan mengenai strategi pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Melalui forum ini, PKS berharap lahir berbagai rekomendasi konkret yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah, mulai dari pengembangan industri halal, optimalisasi wakaf produktif, hingga perluasan instrumen keuangan syariah sebagai penggerak ekonomi nasional. (her)


















