• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Rentetan Kecelakaan Kapal Jadi Alarm, Ketua DPR Minta Evaluasi Besar Transportasi Laut

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:09
in Nasional
kapal

Asap tebal membumbung dari KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di Perairan Sumenep, Madura pada 2 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan laut yang mendorong desakan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi laut. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rentetan kecelakaan kapal yang terus terjadi di berbagai perairan Indonesia dinilai menjadi sinyal serius bahwa sistem keselamatan transportasi laut masih menyisakan banyak persoalan. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, Madura, harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayaran nasional.

“Dukacita mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan KM Mutiara Sentosa II. Insiden ini harus menjadi pengingat bahwa ternyata faktor keamanan transportasi laut di Indonesia masih minim,” kata Puan dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

BacaJuga:

RUU Jabatan Hakim Mendesak, Perppu Jadi Opsi Darurat

Dari Gerakan 1998 ke Kursi Guru Besar, Ismail Hasani Bicara Kepemimpinan yang Tunduk pada Konstitusi

Mendagri Tito Lantik Edi Nurhabad sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP

Kebakaran KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar pada 2 Agustus lalu menewaskan lima penumpang setelah api melalap kapal di tengah pelayaran. Kepanikan membuat banyak penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Hingga kini, operasi pencarian korban masih berlangsung. Sebanyak 233 penumpang telah dievakuasi selamat, sementara pemerintah terus memvalidasi data penumpang karena ditemukan perbedaan antara manifes dan jumlah korban di lapangan.

Menurut Puan, insiden tersebut memperpanjang daftar kecelakaan transportasi laut yang terjadi sepanjang tahun. Sebelumnya, KLM Nurul Salsa tenggelam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hingga hari kesembilan pencarian, 58 korban ditemukan selamat, empat meninggal dunia, dan 14 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Ini menjadi PR buat kita bersama, bahwa banyaknya kecelakaan kapal laut sejak awal tahun saja menunjukkan masih ada persoalan serius dalam dunia transportasi laut Indonesia,” jelas Puan.

Puan menilai persoalan manifes penumpang menjadi salah satu masalah yang terus berulang. Dalam kasus KLM Nurul Salsa, polisi mengusut dugaan kelalaian hingga manipulasi manifes. Sementara pada kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Kementerian Perhubungan mengakui adanya perbedaan data manifes dan tengah mendalami dugaan tidak tersedianya sekoci penyelamat.

“Persoalan manifes kapal yang berbeda dengan penumpang yang ada di lapangan menjadi persoalan yang terus menerus kita temukan. Harus ada evaluasi mendalam mengenai persoalan ini,” tegas Puan.

Selain dua insiden tersebut, sejumlah kecelakaan lain juga mewarnai transportasi laut nasional, mulai dari KM Dharma Kartika IX yang miring di Balikpapan hingga menewaskan tiga orang, kebakaran KM Anaya di Perairan Maluku, tabrakan KM Sabuk Nusantara 106 di Banda Neira, tenggelamnya KM Mega Harapan akibat tabrakan di Perairan Labuan Mas, hingga insiden kapal wisata KLM Eternity yang kehilangan kendali akibat gelombang tinggi meski seluruh penumpangnya berhasil diselamatkan.

Puan menegaskan, rangkaian peristiwa itu tidak boleh dipandang sebagai insiden yang berdiri sendiri, melainkan harus menjadi agenda nasional dalam memperkuat perlindungan terhadap masyarakat pengguna transportasi laut.

“Masyarakat menggunakan kapal laut bukan karena pilihan gaya hidup, tetapi karena kebutuhan. Bagi jutaan warga di wilayah kepulauan, transportasi laut merupakan satu-satunya akses menuju layanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, maupun aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap kecelakaan bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengikis rasa aman masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.

“Maka penting bagi Pemerintah untuk menjadikan keselamatan penumpang sebagai indikator utama evaluasi penyelenggaraan transportasi laut nasional,” tuturnya.

Puan juga meminta evaluasi terhadap operator, pelabuhan, maupun regulator tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus penumpang dan distribusi logistik.

“Tetapi juga dari kemampuan mencegah kecelakaan, mempercepat penyelamatan korban, serta menurunkan tingkat fatalitas setiap insiden. Keselamatan harus menjadi ukuran kinerja yang setara dengan konektivitas,” kata Puan.

Lebih jauh, Puan mendorong pemerintah menetapkan target nasional penurunan angka kecelakaan transportasi laut yang disertai evaluasi berkala agar seluruh kementerian, regulator, dan operator memiliki tanggung jawab yang terukur dalam meningkatkan keselamatan pelayaran.

“Dengan demikian, setiap lembaga/kementerian, operator, dan regulator memiliki tanggung jawab yang terukur untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Puan menegaskan negara tidak boleh membiarkan masyarakat terus dihantui rasa cemas setiap kali menggunakan kapal sebagai sarana transportasi.

“Indonesia sebagai negara kepulauan harus mampu menghadirkan sistem transportasi yang bukan hanya untukmenghubungkan antarpulau, tetapi juga menjamin bahwa setiap perjalanan berlangsung dengan standar keselamatan yang memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat,” jelas Puan.

“Pelayanan transportasi laut yang layak, aman, dan nyaman, adalah hak masyarakat yang harus bisa diwujudkan oleh Negara,” tambahnya. (her)

Tags: Kecelakaan KapalKetua DPRTransportasi Laut

Berita Terkait.

brin
Nasional

RUU Jabatan Hakim Mendesak, Perppu Jadi Opsi Darurat

Rabu, 30 September 2026 - 18:08
ismail
Nasional

Dari Gerakan 1998 ke Kursi Guru Besar, Ismail Hasani Bicara Kepemimpinan yang Tunduk pada Konstitusi

Rabu, 30 September 2026 - 17:07
tito
Nasional

Mendagri Tito Lantik Edi Nurhabad sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP

Rabu, 30 September 2026 - 16:26
Masyarakat Tidak Panik, DPR Minta Kewaspadaan Influenza Diperkuat
Nasional

Masyarakat Tidak Panik, DPR Minta Kewaspadaan Influenza Diperkuat

Rabu, 30 September 2026 - 14:05
Pendaftaran TKA 2026 Ditutup, Peserta Lengkap Naik Hampir 350 Ribu
Nasional

Pendaftaran TKA 2026 Ditutup, Peserta Lengkap Naik Hampir 350 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 13:45
Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya
Nasional

Bandung Dipilih Jokowi untuk Umumkan Gabung PSI, Ada Pesan Politik di Baliknya

Rabu, 30 September 2026 - 12:55

OLAHRAGA

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Olahraga

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 30 September 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID – Kontingen Indonesia terus menambah pundi-pundi medali di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel...

SelengkapnyaDetails
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3916 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3887 shares
    Share 1555 Tweet 972
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1127 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.