INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) terus mematangkan rencana pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-001 di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Sebagai bagian dari persiapan proyek, perusahaan menggelar sosialisasi kepada pemerintah daerah, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan eksplorasi berjalan aman, transparan, serta sesuai prinsip keberlanjutan.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Tanjung Selor pada 22 Juli 2026 tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum tersebut, PHE LPB memaparkan rencana pengeboran Sumur Tingkilan-001 yang berlokasi di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, sekaligus menjelaskan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang akan diterapkan selama kegiatan eksplorasi.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, mengatakan sosialisasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif sebelum dimulainya kegiatan pengeboran.
“Kami senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, dalam menjalankan proyek investasi hulu migas, termasuk proyek eksplorasi Tingkilan ini, sehingga dapat dijalankan dengan selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan,” ujar Dony, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, melalui berbagai kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, PHI terus berinvestasi untuk menemukan sumber daya migas baru guna menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi dari wilayah Kalimantan.
“Di PHI, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi yang penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia untuk puluhan tahun mendatang,” tambahnya.
Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 merupakan salah satu program kerja PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Pengeboran dilakukan untuk menguji potensi kandungan hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan hasil kajian geologi, data seismik, serta kemiripan karakteristik dengan sumur-sumur eksplorasi di wilayah sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyambut positif rencana tersebut. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Sapi’I, menilai proyek eksplorasi akan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
“Eksplorasi Sumur Migas Tingkilan-001 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang peningkatan investasi di Kalimantan Utara. Pemerintah Provinsi siap terus berkolaborasi agar seluruh tahapan kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Wisnu Wardhana. Menurutnya, keberhasilan eksplorasi tidak hanya ditentukan aspek teknis, tetapi juga dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“SKK Migas berkomitmen memastikan setiap kegiatan hulu migas dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta keterbukaan informasi. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung kegiatan eksplorasi ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
PHE LPB menegaskan seluruh tahapan eksplorasi akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan lingkungan.
Melalui sinergi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, dan masyarakat, perusahaan optimistis proyek eksplorasi ini dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan cadangan migas nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Kepala Desa Mangkupadi, Muhamad Halid, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dinilainya memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai rencana kegiatan eksplorasi.
“Kami berharap komunikasi yang baik terus terjalin sehingga masyarakat dapat memahami proses kegiatan, ikut menjaga kondusivitas wilayah, serta merasakan manfaat dari keberadaan industri hulu migas bagi kemajuan Desa Mangkupadi,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan proyek, PHE LPB juga telah menerima dokumen Hak Guna Usaha (HGU) terkait pembebasan lahan pengeboran Sumur Tingkilan-001 dari PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP). Serah terima dokumen dilakukan di Jakarta pada 23 Juli 2026.
Direktur PT BCAP, Bambang Sulis, menegaskan dukungan perusahaan terhadap proyek eksplorasi tersebut.
“Kegiatan Pertamina merupakan kegiatan negara demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. PT BCAP akan selalu mendukung kegiatan Pertamina yang berada di area perkebunan PT BCAP,” ujarnya.
Sementara itu, Assistant Manager Land Matters & Formalities PT Pertamina Hulu Indonesia, Adi Suryana, mengapresiasi dukungan PT BCAP yang dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar proses eksplorasi.
Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemilik lahan, pemerintah, dan masyarakat akan menjadi modal utama dalam mendukung keberhasilan pengeboran Sumur Tingkilan-001 untuk menemukan cadangan migas baru.
PHE Lepas Pantai Bunyu merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Melalui proyek eksplorasi ini, perusahaan berharap dapat memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan cadangan migas nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia di masa datang. (rmn)


















