INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus mempercepat revitalisasi satuan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi geografis.
Menurut Mu’ti, program revitalisasi bukan sekadar membangun atau memperbaiki gedung sekolah, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
“Revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Rabu (22/7/2026).
Karena itu, lanjut dia, wilayah 3T menjadi prioritas, agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.
Kemendikdasmen mencatat, sepanjang 2025 telah merevitalisasi 383 satuan pendidikan di NTT. Jumlah tersebut terdiri atas 23 PAUD, 131 SD, 105 SMP, 95 SMA, 24 SMK, serta lima Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan menyasar 175 satuan pendidikan. Rinciannya meliputi 78 PAUD, 52 SD, 36 SMP, lima SMA, dua SMK, serta dua PKBM/SKB.
“Kami menilai keberlanjutan revitalisasi sekolah menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah,” terangnya.
Ia menambahkan, dengan sarana dan prasarana yang semakin memadai, proses belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih optimal. Selain memberikan kenyamanan bagi peserta didik, revitalisasi juga mendukung para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Melalui program ini kami menargetkan pemerataan kualitas pendidikan dapat terus diperkuat, sehingga anak-anak di wilayah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu seperti di daerah lainnya,” ujarnya. (nas)


















