INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi energi di sektor industri. Melalui Area Semarang, Subholding Gas Pertamina tersebut kini resmi memasok gas bumi ke pabrik baru PT Roda Pasifik Mandiri di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, produsen sepeda, sepeda listrik, dan motor listrik yang terus mengembangkan kapasitas produksinya.
Pemanfaatan jaringan pipa distribusi PGN menjadi langkah strategis bagi PT Roda Pasifik Mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi proses produksi. Pasokan gas bumi mencapai sekitar 50 ribu meter kubik per bulan, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi karbon dari aktivitas manufaktur.
Area Head PGN Semarang, Sugianto Eko Cahyono, mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antara penyedia energi dan pelaku industri dalam menghadirkan sistem produksi yang lebih berkelanjutan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Roda Pasifik Mandiri kepada PGN. Pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa ini menghadirkan jaminan energi yang andal dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung produktivitas serta daya saing guna memenuhi permintaan pasar,” ujar Sugianto, dikutip Jumat (17/7/2026).
Masuknya pasokan gas bumi ke pabrik baru tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan energi yang lebih bersih di kawasan industri Semarang. Selain mendukung aktivitas produksi, penggunaan gas bumi dinilai mampu memperkuat daya saing industri melalui efisiensi energi yang lebih baik.
Menurutnya, kolaborasi ini memiliki arti penting bagi pengembangan industri berkelanjutan di Jawa Tengah.
“Pemenuhan gas bumi dari PGN pada produsen sepeda ini dapat mendukung operasional pabrik yang mengusung konsep ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok (supply chain) dan diversifikasi energi di Jawa Tengah,” ungkap Sugianto.
PGN memastikan akan terus memperluas layanan gas bumi melalui pengembangan infrastruktur dan jaringan pipa di berbagai kawasan industri yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi di Jawa Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menyediakan energi yang kompetitif sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pelaku industri lokal mendapatkan akses energi yang kompetitif, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission,” tambahnya.(rmn)


















